Kompas.com - 05/05/2014, 12:33 WIB
Sekretaris Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan keterangan ke wartawan di Gedung KPAI, Jakarta, Senin (5/4/2014). Kompas.com/Yohanes Debritho NeonnubSekretaris Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan keterangan ke wartawan di Gedung KPAI, Jakarta, Senin (5/4/2014).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com -- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengatakan, tersangka kejahatan seksual di Sukabumi, AS alias Emon, sangat cerdas dan pandai berakting. Hal ini berdasarkan penyelidikan KPAI di Sukabumi, Jawa Barat.

"Emon sangat cerdas, dia pintar berakting. Dia kelihatan bodoh, tetapi sebenarnya pintar. Dia pintar menutupi semua tindakan kejahatan seksualnya," kata Sekretaris KPAI Erlinda di Gedung KPAI, Jakarta, Senin (5/5/2014).

Erlinda menambahkan, Emon mengatakan baru melakukan aksi kejahatan seksualnya sejak 2011. Setelah dilakukan penyidikan, ternyata ada korban seksual Emon sejak tahun 2009 silam.

"Emon sudah mengalami gangguan perilaku seksual sejak umur tujuh tahun. Dia sering berfantasi seks sendiri dengan melihat gambar atau VCD porno," sambung dia.

Menurut Erlinda, modus Emon juga cerdas. Dia mengimingi para korban dengan uang Rp 25.000 hingga Rp 50.000 untuk melancarkan aksi kejahatan seksualnya. Bila ada yang menolak, pelaku sering mengancam akan membunuh atau membuang ke sungai.

"Dia juga pintar berkelakuan baik di depan orangtua para korban sehingga mereka tidak mencurigai aksi Emon. Dari hasil tes psikologi yang dilakukan tim KPAI, dia alami gangguan psikologi yang parah," ujarnya.

Saat ini, KPAI sudah membentuk tim psikolog untuk memberikan bantuan psikologi bagi para korban kejahatan seksual Emon di Sukabumi.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan anak menjadi korban seksual AS alias Emon di Sukabumi, Jawa Barat. Saat ini Emon ditahan di Polsek Citamiang, Kota Sukabumi, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X