Kompas.com - 25/03/2014, 20:44 WIB
|
EditorFarid Assifa

MAGELANG, KOMPAS.com - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap ratusan karyawan PT Mekar Armada Jaya, Kabupaten Magelang, dinilai sudah benar sesuai dan sesuai prosedur. Hal itu ditegaskan Marthin H Lontoh, Divisi Personalia PT Mekar Armada Jaya kepada wartawan, Selasa (25/3/2014).

"Kami tidak serta merta melakukan keputusan (PHK) itu, kami sudah mempertimbangkan banyak hal. Kami pun sudah berkonsultasi dengan pemerintah dan sebagainya," jelas Marthin.

Menurut Marthin, aksi mogok kerja yang dilakukan oleh karyawan bagian stamping (membuat komponen mobil) itu tidak sah karena menyalahi Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Dijelaskan Marthin, keputusan PHK itu bermula ketika para karyawan mengajukan permohonan mogok kerja selama tujuh hari. Dia menilai aksi tersebut telah menyalahi aturan karena dilakukan lebih dari tiga hari.

Perusahaan lantas melayangkan surat panggilan kepada para karyawan sebanyak tiga kali untuk kembali masuk kerja. Namun tidak dihiraukan. Perusahaan kemudian mengeluarkan surat pemberitahuan pelanggaran undang-undang dan karyawan yang mogok dianggap mengundurkan diri.

"Sesuai undang-undang apabila tidak masuk kerja lebih dari tiga hari, maka dianggap mengundurkan diri. Sebagai perusahaan swasta, aksi mogok itu jelas merugikan kami. Akibat PHK itu sendiri, kami juga mengalami kerugian," urai Marthin.

Dia juga mengatakan, untuk para karyawan yang terkena PHK, tetap mendapatkan uang tali asih antara Rp 4 hingga Rp 10 juta per orang sesuai masa kerja mereka, termasuk bonus selama bekerja di perusahaan otomotif itu.

"Ada sekitar 360 orang masuk daftar PHK, ada yang memang sudah habis kontrak, tapi ada juga yang sudah diangkat harian tetap," jelasnya.

Pihaknya mengakui, sebelum terjadi aksi mogok, perusahaan telah mem-PHK beberapa karyawan dengan alasan sedang melakukan penertiban administrasi. Kendati demikian pihaknya menyatakan siap jika kasus ini dibawa hingga ke ranah hukum.

Diberitakan sebelumnya, ratusan karyawan perusahaan otomotif PT Mekar Armada Jaya serentak di-PHK pada Jumat (21/3/2014) kemarin. Pemecatan itu dilatarbelakangi oleh aksi mogok kerja yang dilakukan karyawan dari 14 hingga 20 Maret 2014. Aksi mogok itu sendiri sebagai bentuk solidaritas terhadap beberapa rekannya yang di-PHK sepihak oleh perusahaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Makassar Ajak Penyandang Disabilitas Rayakan HUT Ke-77 RI

Pemkot Makassar Ajak Penyandang Disabilitas Rayakan HUT Ke-77 RI

Regional
Momen HUT Ke-77 RI, Ganjar Ajak Mantan Napiter Berikan Pemahaman Bahaya Intoleransi dan Radikalisme

Momen HUT Ke-77 RI, Ganjar Ajak Mantan Napiter Berikan Pemahaman Bahaya Intoleransi dan Radikalisme

Regional
HUT Ke-77 RI, Pemkab Trenggalek Beri Ruang Berekspresi bagi Penari Anak-anak

HUT Ke-77 RI, Pemkab Trenggalek Beri Ruang Berekspresi bagi Penari Anak-anak

Regional
Peringati HUT Ke-77 RI, Desa Wisata Tebing Lingga Siap Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa

Peringati HUT Ke-77 RI, Desa Wisata Tebing Lingga Siap Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa

Regional
Peringati HUT Ke-72 Jateng, Bupati Blora Kenakan Pakaian Adat Sikep Samin

Peringati HUT Ke-72 Jateng, Bupati Blora Kenakan Pakaian Adat Sikep Samin

Regional
Bupati Jekek Minta Gerakan Pramuka Peka Terhadap Persoalan Bangsa dan Penderitaan Sesama

Bupati Jekek Minta Gerakan Pramuka Peka Terhadap Persoalan Bangsa dan Penderitaan Sesama

Regional
Mantan Anggota Khilafatul Muslimin Lampung Ucap Ikrar Setia ke NKRI, Begini Respons Gubernur Arinal

Mantan Anggota Khilafatul Muslimin Lampung Ucap Ikrar Setia ke NKRI, Begini Respons Gubernur Arinal

Regional
Ganjar: Korupsi Merupakan Pengkhianatan terhadap Kerja Wong Cilik

Ganjar: Korupsi Merupakan Pengkhianatan terhadap Kerja Wong Cilik

Regional
Gubernur Sugianto Akan Manfaatkan Optimal Status Kalteng Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Balap Sepeda MTB

Gubernur Sugianto Akan Manfaatkan Optimal Status Kalteng Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Balap Sepeda MTB

Regional
Bupati Arief Rohman Beri Sinyal Jalan Blora-Randublatung Selesai Tahun 2022

Bupati Arief Rohman Beri Sinyal Jalan Blora-Randublatung Selesai Tahun 2022

Regional
Gelar IYCC, LPI Dompet Dhuafa Wisuda 256 Penerima Manfaat Etos ID

Gelar IYCC, LPI Dompet Dhuafa Wisuda 256 Penerima Manfaat Etos ID

Regional
Dukung Sektor Ekowisata Metro, Wali Kota Mahdi Resmikan Destinasi Wisata Amor

Dukung Sektor Ekowisata Metro, Wali Kota Mahdi Resmikan Destinasi Wisata Amor

Regional
Hutan Kota di Trenggalek Mulai Dipasang QR Code Berisi Informasi Jenis-jenis Tanaman

Hutan Kota di Trenggalek Mulai Dipasang QR Code Berisi Informasi Jenis-jenis Tanaman

Regional
Bupati Jekek Harap Festival Agustus Merdeka 77 Bawa Wonogiri ke Kenormalan Baru

Bupati Jekek Harap Festival Agustus Merdeka 77 Bawa Wonogiri ke Kenormalan Baru

Regional
Di Negaroa Bahagia Wisata Rally 2022, Pereli sekaligus Wabup Jembrana Masuk 10 Besar Seeded B

Di Negaroa Bahagia Wisata Rally 2022, Pereli sekaligus Wabup Jembrana Masuk 10 Besar Seeded B

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.