Kepala Daerah Bermasalah Hadiri Peresmian Kantor Kejati, Ada Apa?

Kompas.com - 10/03/2014, 22:20 WIB
Koordinator Aksi Germak berunjukrasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar dalam memperingati hari anti korupsi se-Dunia dan hari Hak Asasi Manusia (HAM) KOMPAS.com/Hendra Cipto Koordinator Aksi Germak berunjukrasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar dalam memperingati hari anti korupsi se-Dunia dan hari Hak Asasi Manusia (HAM)
|
EditorFarid Assifa

MAKASSAR, KOMPAS.com - Peresmian gedung mewah Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Kejati Sulselbar) oleh Jaksa Agung, Basrie Arief, dihadiri sejumlah kepala daerah, yang beberapa di antaranya bermasalah karena tersangkut kasus korupsi, Senin (10/3/2014).

Kepala daerah yang hadir adalah Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang, Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, Bupati Sidrap Rusdi Masse dan beberapa kepala daerah lainnya. Saat ini, Kejati Sulselbar tengah menangani kasus dugaan korupsi dana Bansos Sulsel, Bansos Sidrap dan Bansos Makassar.

Hadirnya beberapa kepala daerah bermasalah tersebut menuai kritikan dari sejumlah lembaga anti-korupsi di Makassar. Koordinator Pekerja Anti Carruption Community (ACC), Abdul Muthalib menilai aneh Kejati Sulselbar mengundang kepala daerah untuk hadir dalam peresmian kantor tersebut.

"Urgensinya apa kepala daerah tersebut hadir? Apakah kehadiran mereka ada hubungan dengan peningkatan kinerja kejaksaan? Aneh. Seharusnya yang diundang para pencari keadilan. Sebagaimana bangunan mewah senilai Rp 66 miliar itu bukan semata-mata untuk orang kejaksaan, tapi untuk masyarakat pencari keadilan. Bukan juga untuk para bupati, wali kota dan pejabat di pemerintah provinsi," katanya.

Thalib menambahkan, pihaknya tidak mempersoalkan nilai bangunan Kejati. "Namun perlu ditelusuri sumber anggarannya dari mana. Apakah benar anggarannya Rp 66 miliar," tambahnya.

Wakil Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, Zulkifli menyatakan, dengan gedung baru itu, Kejati Sulselbar tentunya harus semakin profesional dan bersungguh-sungguh dalam menangani setiap kasus korupsi. Kejati harus mampu menunjukkan pada publik bahwa dengan gedung baru yang anggarannya puluhan miliar, akan berbanding lurus dengan penyelesaian kasus korupsi di Sulselbar.

"Kemudian dengan adanya kunjungan kepala daerah bermasalah, maka semestinya Kejati tidak menerima yang bersangkutan agar tidak terjadi conflict of interest dalam penanganan kasus. Kejati cukup menerima apabila ada panggilan resmi dalam rangka penyidikan," tegasnya.

Sebelumnya telah diberitakan, Kepala Kejaksaan Agung Basrie Arief meresmikan gedung mewah Kejati Sulselbar senilai Rp 66 miliar di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (10/3/2014). Dalam pembangunan gedung kejaksaan termegah di Indonesia Timur ini, Kejati menerima dana hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel senilai Rp 1 miliar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Sambangi Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Ingatkan Warga Agar Tak Mudah Tertipu

Ganjar Sambangi Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Ingatkan Warga Agar Tak Mudah Tertipu

Regional
Ratusan Petani Hadang Petugas Pengadilan yang Tinjau Lahan Sengketa

Ratusan Petani Hadang Petugas Pengadilan yang Tinjau Lahan Sengketa

Regional
Ganjar Larang Rumah Sakit se-Jateng Tanya Isi Dompet Pasien Miskin

Ganjar Larang Rumah Sakit se-Jateng Tanya Isi Dompet Pasien Miskin

Regional
Air Sungai Meluap, Sebuah Desa di Kudus Diterjang Banjir

Air Sungai Meluap, Sebuah Desa di Kudus Diterjang Banjir

Regional
Ditangkap, Pelajar SMP di Sulsel Jadi Kurir Sabu

Ditangkap, Pelajar SMP di Sulsel Jadi Kurir Sabu

Regional
Wagub Sulut: Potensi Bencana Kita Lengkap, tapi...

Wagub Sulut: Potensi Bencana Kita Lengkap, tapi...

Regional
Cuaca Panas di Yogyakarta Akan Berlangsung hingga 3 Hari ke Depan

Cuaca Panas di Yogyakarta Akan Berlangsung hingga 3 Hari ke Depan

Regional
Basarnas Menduga Kapal Panji Saputra Telah Tenggelam

Basarnas Menduga Kapal Panji Saputra Telah Tenggelam

Regional
Kasus Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda, 2 Pengasuh PAUD Jadi Tersangka

Kasus Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda, 2 Pengasuh PAUD Jadi Tersangka

Regional
Hasil Tes DNA, Dipastikan Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda adalah Yusuf yang Hilang di PAUD

Hasil Tes DNA, Dipastikan Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda adalah Yusuf yang Hilang di PAUD

Regional
Kapolda Maluku Jenguk Anggota Brimob Korban Penembakan KKB di Nduga

Kapolda Maluku Jenguk Anggota Brimob Korban Penembakan KKB di Nduga

Regional
Gara-gara Kentut, Pasutri di Sumbar Dibacok Tetangganya

Gara-gara Kentut, Pasutri di Sumbar Dibacok Tetangganya

Regional
Hilang 10 Hari di Hutan Buton, Kakek 87 Tahun Selamat Berkat Minum Air Rotan

Hilang 10 Hari di Hutan Buton, Kakek 87 Tahun Selamat Berkat Minum Air Rotan

Regional
3 Fraksi DPRD Usulkan Interpelasi Gubernur Sumbar soal Kunjungan ke Luar Negeri dan BUMD

3 Fraksi DPRD Usulkan Interpelasi Gubernur Sumbar soal Kunjungan ke Luar Negeri dan BUMD

Regional
Gerebek Kedai, Polres Humbahas Temukan Mesin Judi Milik Oknum Polisi

Gerebek Kedai, Polres Humbahas Temukan Mesin Judi Milik Oknum Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X