Erupsi Kelud Tak Pengaruhi Merapi

Kompas.com - 14/02/2014, 13:45 WIB
Seorang anggota TNI membopong pengungsi yang pingsan tak lama setelah Gunung Kelud meletus Kamis (13/2/2014) malam. AFP PHOTO / AMAN ROCHMANSeorang anggota TNI membopong pengungsi yang pingsan tak lama setelah Gunung Kelud meletus Kamis (13/2/2014) malam.
|
EditorGlori K. Wadrianto
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Erupsi Gunung Kelud dipastikan tidak mempengaruhi aktivitas Gunung Merapi. Sampai saat ini Merapi masih kondusif dan aktif normal.

"Saat ini tidak ada perubahan signifikan. Merapi Masih aman dan tidak bergejolak," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Subandriyo, Jumat (14/02/2014) siang.

Subandriyo mengungkapkan, Gunung Api yang ada di Yogyakarta, tidak ada hubungannya dengan yang gunung lainnya termasuk Kelud. Sehingga aktivitas Kelud saat ini tidak mempengaruhi Gunung Merapi.

Saat erupsi Gunung Kelud tadi malam, alat seismograf di lima pos pengamatan Merapi mencatat setidaknya enam kali dentuman.


Suara tersebut sempat membingungkan warga di DIY dan Jawa Tengah. Untuk mengurangi dampak buruk abu bagi kesehatan, warga diimbau mengenakan masker. Sebab, debu vulkanik bisa mengakibatkan infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), dan silikosis (penyakit akibat menghirup silika yang terkandung dalam abu vulkanik).

"Kesehatan mata bisa terganggu akibat iritasi pada retina yang bisa mengurangi kemampuan pandang," ujarnya.

Sementara itu, Yulianto, petugas dari Pos Pengamatan Gunung Merapi, Kaliurang Sleman mengatakan, kondisi Gunung Merapi masih tetap terpantau aman. Kegempaan juga masih landai. "Merapi, aman, tentram, damai," kata dia.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Pemuda Lulusan SMK di Purworejo Ciptakan Robot Pembuat Telur Dadar Bantu Ibunya Berjualan

Cerita Pemuda Lulusan SMK di Purworejo Ciptakan Robot Pembuat Telur Dadar Bantu Ibunya Berjualan

Regional
Diusung PDI-P di Pilkada Ngawi, Ini Kata Dwi Rianto Jatmiko

Diusung PDI-P di Pilkada Ngawi, Ini Kata Dwi Rianto Jatmiko

Regional
Viral Bupati Aceh Barat Duel dengan Penagih Utang, Pemkab Akan Laporkan Penyebar Video ke Polisi

Viral Bupati Aceh Barat Duel dengan Penagih Utang, Pemkab Akan Laporkan Penyebar Video ke Polisi

Regional
Final Persija Vs Persebaya, Polisi Siapkan 7.000 Personel hingga Gelar Nonbar

Final Persija Vs Persebaya, Polisi Siapkan 7.000 Personel hingga Gelar Nonbar

Regional
Kisah Pelajar Pedalaman Flores, Bertaruh Nyawa Menyeberangi Sungai

Kisah Pelajar Pedalaman Flores, Bertaruh Nyawa Menyeberangi Sungai

Regional
Dituduh Menculik Anak, Nenek Pemulung: Untuk Apa, Hidup Saya Sendiri Sudah Susah

Dituduh Menculik Anak, Nenek Pemulung: Untuk Apa, Hidup Saya Sendiri Sudah Susah

Regional
Seorang Ibu Pergoki Anaknya yang Berusia 8 Tahun Dicabuli Tetangga

Seorang Ibu Pergoki Anaknya yang Berusia 8 Tahun Dicabuli Tetangga

Regional
Ini Upaya Pemerintah Kota Semarang Perangi Narkoba

Ini Upaya Pemerintah Kota Semarang Perangi Narkoba

Regional
Pilkada Sulut 2020, Pengamat: PDI-P Paling Siap, Nasdem Dilema

Pilkada Sulut 2020, Pengamat: PDI-P Paling Siap, Nasdem Dilema

Regional
Remas Payudara Remaja Putri Lagi Joging, Mahasiswa Ini Diburu Polisi

Remas Payudara Remaja Putri Lagi Joging, Mahasiswa Ini Diburu Polisi

Regional
Calon Kepala Daerah dari PDI-P di 6 Daerah di Jateng Berpotensi Lawan Kotak Kosong

Calon Kepala Daerah dari PDI-P di 6 Daerah di Jateng Berpotensi Lawan Kotak Kosong

Regional
Stok Air di Batam Hanya Cukup Sampai Mei, Warga Batam Diimbau Berdoa

Stok Air di Batam Hanya Cukup Sampai Mei, Warga Batam Diimbau Berdoa

Regional
Oknum Polisi Jadi Kurir 35 Kg Sabu di Riau, BNN Minta Pelaku Digantung

Oknum Polisi Jadi Kurir 35 Kg Sabu di Riau, BNN Minta Pelaku Digantung

Regional
Jalan Pangkal Flyover di Muara Enim Ambles, 4.700 Warga Terancam Terisolasi

Jalan Pangkal Flyover di Muara Enim Ambles, 4.700 Warga Terancam Terisolasi

Regional
Diperiksa, Penganiaya Bocah 7 Tahun hingga Tewas Malah Tidur Pulas sampai Ngorok

Diperiksa, Penganiaya Bocah 7 Tahun hingga Tewas Malah Tidur Pulas sampai Ngorok

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X