Polisi Sulselbar Ringkus 2 Sindikat Penipuan Kupon Berhadiah

Kompas.com - 04/02/2014, 18:55 WIB
Dua sindikat penipu undian berhadiah berhasil diringkus Polda Sulselbar KOMPAS.com/Hendra CiptoDua sindikat penipu undian berhadiah berhasil diringkus Polda Sulselbar
|
EditorFarid Assifa

MAKASSAR, KOMPAS.com — Anggota dua sindikat penipuan undian berhadiah yang beraksi di desa-desa di beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan diringkus polisi. Dalam aksinya, dua sindikat yang beranggota tujuh orang ini menipu warga desa hingga puluhan juta rupiah.

Kasubdit 4 Direktorat Reserse Kriminal Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Singgih didampingi Kasubdit Publikasi Humas Polda Sulselbar AKBP Moh Siswa dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (4/2/2014), mengatakan, kedua sindikat ini sudah lama beraksi, dan banyak korban yang belum diketahui. Adapun sasaran kedua sindikat ini sama, yakni warga desa yang tidak terlalu paham dengan perkembangan teknologi.

Siswa menjelaskan, anggota sindikat pertama yakni tersangka Muh Rusli (27), Aswar Safaruddin (22), Rusdi (21), Abdul Razak (25), dan Wawan Wahyullah (20). Kelimanya melakukan aksinya di Galesong, Kabupaten Takalar, Rabu (15/1/2014). Namun, mereka baru ditangkap setelah korban Nuriansyani mentransfer uang senilai Rp 5,8 juta ke sebuah nomor rekening BRI, Rabu (29/1/2014).

Kelimanya diidentifikasi dan diringkus di BTP Blok G No 349, Kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea, Makassar. Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti berupa 3.313 lembar surat keterangan kepolisian yang 1.634 lembarnya sudah terpotong-potong dan 26 lembar surat keterangan pengambilan hadiah, alat pencetak kupon berhadiah berupa laptop, printer, alat laminasi, serta empat buah ponsel.

"Kelimanya mengatasnamakan undian berhadiah PT Santos Jaya Abadi. Jadi lembaran kupon itu disebar di desa-desa dan bagi yang menemukannya berhak mendapat hadiah seperti mobil, motor, dan lainnya," jelas Siswa.

Anggota sindikat kedua yang diringkus polisi adalah Yusuf alias Ucu (33) dan Hamzah alias Anca (39). Mereka ditangkap di hari yang sama, Rabu (29/1/2014). Keduanya menipu Ardi Mappijoja, warga Tompo Bulu, Kabupaten Maros, dengan uang senilai Rp 16,5 juta. Keduanya memiliki kupon atas nama produk teh gelas yang dikeluarkan oleh PT CS 2 Pola Sehat.

Keduanya juga diringkus setelah polisi menerima laporan korban dan melakukan pengintaian di Kompleks Marhamah Berua Blok A/12 No 14, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Saat penangkapan, polisi menemukan mereka sedang mencetak kupon undian berhadiah itu dengan menggunakan laptop, printer, pres plastik, dan pemotong kertas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Polisi juga menyita dua ponsel dengan dua nomor seluler yang tertera pada kupon. Modusnya sama dengan sindikat pertama yakni menyebar kupon berhadiah di desa-desa," kata Siswa

Singgih mengimbau para korban penipuan untuk segera melapor ke Markas Polda Sulselbar. "Jadi yang merasa pernah ditipu dengan sindikat ini, agar segera melapor. Kami dengan tegas menjerat ketujuh pelaku dengan undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 51 jo Pasal 36 jo Pasal 28 Ayat 1 UU RI No 11 tahun 2008 dan jo Pasal 55, 56 KUHPidana dengan ancaman 12 tahun penjara," tegasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.