Anggota TNI AU Bongkar Paksa Rumah Warga di Palembang

Kompas.com - 10/01/2014, 19:48 WIB
Bangunan rumah setengah jadi milik Muhammad Yunus (50), warga RT 30 RW 06 Kelurahan Sukodadi, Kecamatan Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan, dibongkar paksa oleh personel TNI Angkatan Udara Palembang, Jumat (10/1). Pembongkaran dilakukan karena rumah itu berdiri di lahan sengketa antara warga dengan TNI AU.(Kompas/Haris Firdaus) Kompas/Haris Firdaus (HRS) Bangunan rumah setengah jadi milik Muhammad Yunus (50), warga RT 30 RW 06 Kelurahan Sukodadi, Kecamatan Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan, dibongkar paksa oleh personel TNI Angkatan Udara Palembang, Jumat (10/1). Pembongkaran dilakukan karena rumah itu berdiri di lahan sengketa antara warga dengan TNI AU.(Kompas/Haris Firdaus)
|
EditorFarid Assifa

PALEMBANG, KOMPAS.com – Puluhan personel TNI Angkatan Udara Palembang membongkar sebuah bangunan rumah setengah jadi milik warga Kelurahan Sukodadi, Kecamatan Sukarami, Palembang, Jumat (10/1/2014). Pembongkaran dilakukan karena rumah itu dibangun di lahan yang menjadi sengketa warga dengan TNI AU.

Bangunan yang dibongkar berlokasi di RT 30 RW 06 Kelurahan Sukodadi, Kecamatan Sukarami. Bangunan yang berdiri di lahan seluas 12 x 8 meter persegi itu rencananya akan dibangun menjadi kos-kosan.

“Para tentara datang sekitar pukul 06.30 dengan berseragam dan membawa senapan. Mereka langsung menghancurkan tembok bangunan dengan palu,” kata Muhammad Yunus (50), warga RT 30 yang juga merupakan pemilik bangunan.

Yunus menambahkan, setelah menyadari pembongkaran itu, dia segera menabuh kentongan untuk memanggil warga. Setelah warga berkumpul dan memprotes aksi itu, pembongkaran pun dihentikan. Yunus mengaku telah mendapat peringatan untuk membongkar bangunan itu. Namun, dia menolak melakukan pembongkaran.

“Tanah ini saya beli dari seorang pensiunan TNI AU pada 2003. Ada surat jual beli yang dikeluarkan kecamatan. Jadi kenapa saya harus membongkarnya?” katanya.

Konflik antara warga Sukodadi dengan TNI AU terjadi karena sengketa lahan yang berlokasi di dekat Pangkalan Udara Palembang. Pihak TNI AU menyatakan lahan itu termasuk ke dalam kawasan Pangkalan Udara Palembang. Dari 720 hektar pangkalan udara, sekitar 220 hektar kini diduduki warga.

Pada April 2013, sempat timbul bentrokan fisik yang melukai dua warga dan dua personel TNI AU. Sebelumnya, ketegangan antara kedua pihak juga beberapa kali terjadi.

Komandan Pangkalan Udara Palembang, Letnan Kolonel Penerbang Ramot Sinaga mengatakan, sejak tahun lalu, warga dan TNI AU menyepakati perjanjian moratorium untuk tidak mendirikan bangunan baru di lahan sengketa. Namun, ternyata masih ada warga yang melanggar perjanjian itu.

“Kami sudah memberi peringatan agar pembangunan dihentikan dan yang bersangkutan membongkar sendiri bangunan itu. Karena tak diindahkan, ya penertiban terpaksa dilakukan,” kata Ramot.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber KOMPAS
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Tenaga Kesehatan Haji Positif Covid-19

3 Tenaga Kesehatan Haji Positif Covid-19

Regional
Positif Covid-19 di Mimika Bertambah Jadi 8 Kasus, 1 Meninggal Dunia

Positif Covid-19 di Mimika Bertambah Jadi 8 Kasus, 1 Meninggal Dunia

Regional
Resmi Beroperasi, RS Darurat di Pulau Galang Belum Menerima Pasien

Resmi Beroperasi, RS Darurat di Pulau Galang Belum Menerima Pasien

Regional
Pasien Positif 03 di Lampung Sembuh, Beri Semangat ke Pasien Lain via Video

Pasien Positif 03 di Lampung Sembuh, Beri Semangat ke Pasien Lain via Video

Regional
UPDATE Pasien Covid-19 di Sulsel: 82 Positif, 263 PDP, 2.166 ODP

UPDATE Pasien Covid-19 di Sulsel: 82 Positif, 263 PDP, 2.166 ODP

Regional
2 PDP Covid-19 di Kota Banjar Meninggal, Warga Diingatkan Patuhi Aturan Pemerintah

2 PDP Covid-19 di Kota Banjar Meninggal, Warga Diingatkan Patuhi Aturan Pemerintah

Regional
Jumlah Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 16 Orang

Jumlah Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 16 Orang

Regional
Terdengar Suara Benda Jatuh di Atap Rumah, Ternyata Bayi Dibuang Ibunya

Terdengar Suara Benda Jatuh di Atap Rumah, Ternyata Bayi Dibuang Ibunya

Regional
Polisi Aceh Perketat Wilayah Laut, Antisipasi TKI dari Malaysia

Polisi Aceh Perketat Wilayah Laut, Antisipasi TKI dari Malaysia

Regional
Masuk ke Kota Padang Wajib Gunakan Masker jika Tak Ingin Kena Denda

Masuk ke Kota Padang Wajib Gunakan Masker jika Tak Ingin Kena Denda

Regional
Kegigihan Napi Perempuan, Produksi Masker di Tengah Wabah Corona

Kegigihan Napi Perempuan, Produksi Masker di Tengah Wabah Corona

Regional
Ditemukan 21 Klaster Penyebaran Virus Corona di Jatim, Pelatihan Petugas Haji Terbesar

Ditemukan 21 Klaster Penyebaran Virus Corona di Jatim, Pelatihan Petugas Haji Terbesar

Regional
Dalam 3 Hari, Tiga PDP di Banjarmasin Meninggal, 2 Orang Positif Covid 19

Dalam 3 Hari, Tiga PDP di Banjarmasin Meninggal, 2 Orang Positif Covid 19

Regional
Sumbangan Berdatangan, Ribuan APD Siap Dibagikan kepada Tim Medis

Sumbangan Berdatangan, Ribuan APD Siap Dibagikan kepada Tim Medis

Regional
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Halmahera Barat, Maluku Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Halmahera Barat, Maluku Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X