Kompas.com - 08/01/2014, 15:27 WIB
Warga Tasikmalaya sedang antre mendaftar kartu jaminan kesehatan melalui BPJS,Senin (6/1/2014). KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHAWarga Tasikmalaya sedang antre mendaftar kartu jaminan kesehatan melalui BPJS,Senin (6/1/2014).
|
EditorFarid Assifa

TASIKMALAYA, KOMPAS.com — Mantan petugas operator Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Tasikmalaya Unit RSUD Kota Tasikmalaya, Yana Mulyana, mengaku setiap bulannya hanya digaji Rp 100.000. Karena itu, ia memutuskan mengundurkan diri karena pekerjaannya tak sebanding dengan penghasilan.

"Saya setiap bulannya sebagai pegawai honorer hanya digaji oleh PT Askes yang sekarang jadi BPJS Rp 100.000. Setiap saya mengambil gaji, diharuskan menandatangani kuitansi kosong. Itu sudah berjalan selama tiga tahun saya bekerja di sana," jelas Yana kepada wartawan di sekitar RSUD Kota Tasikmalaya, Rabu (8/1/2014).

Yana menilai, setelah terjadi perubahan nama dari Askes menjadi BPJS, pekerjaannya semakin menumpuk karena pemohon kian banyak. Ia pun saat bekerja wajib datang setiap hari ke kantornya pada pukul 05.00 dini hari. "Sekarang saya mendingan kembali ke pekerjaan dulu menjadi tukang isi galon air mineral saja," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Kota Tasikmalaya Wasisto Hidayat menyatakan, pihaknya telah memerintahkan bawahannya untuk memantau dan mengevaluasi pelayanan BPJS di rumah sakit. Ia pun mengaku siap memberikan tambahan pegawai bantuan jika pihak BPJS di rumah sakit kekurangan karyawan.

"Dengan ada kejadian tadi, saya telah memerintahkan wakil direktur untuk setiap seminggu sekali mengevaluasi pelayanannya," kata Wasisto.

Pihak rumah sakit mengaku kebanjiran pasien pasca-pemberlakuan BPJS awal Januari lalu. Namun, Wasisto mengaku sampai sekarang pihaknya masih bisa memberikan pelayanan prima kepada setiap pasiennya.

"Kalau jumlah pasien bertambah banyak setiap harinya di sini. Kenapa para pasien memilih ke sini, soalnya kebetulan peralatan serta sarana prasarana rumah sakit sangat lengkap," tambah dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diberitakan sebelumnya, ratusan pemohon jaminan kesehatan nasional melalui kantor BPJS Unit RSUD Kota Tasikmalaya mengamuk akibat pelayanan yang terbengkalai. Para pemohon kecewa karena fasilitas kantor rusak dan petugas operatornya ada yang mengundurkan diri.

Beberapa pemohon yang antre sejak pagi meluapkan kekecewaannya dengan memukul mesin antrean loket otomatis. Bahkan, salah seorang dari mereka mencoret-coret monitor mesin tersebut. Para pemohon ada yang mengaku datang sejak subuh.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.