Siswa SMA Ciptakan Alat Bantu Baca SMS untuk Penyandang Tunanetra

Kompas.com - 02/12/2013, 18:07 WIB

Muhammad Hanif Sugiyanto dan Swakakrisna Adityomurti saat menunjukan cara kerja alat I Bland di ruang Lab SMA 6 Yogyakarta KOMPAS.com/wijaya kusuma Muhammad Hanif Sugiyanto dan Swakakrisna Adityomurti saat menunjukan cara kerja alat I Bland di ruang Lab SMA 6 Yogyakarta
|
EditorFarid Assifa

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Dua siwa SMA 6 Yogyakarta menciptakan alat bantu penyandang tunanetra untuk membaca pesan singkat (SMS) di telepon seluler. Alat bantu tersebut dinamai I Blind. Alat ini memungkinkan penyandang tunanetra membaca SMS dengan cara meraba huruf yang muncul.

Muhammad Hanif Sugiyanto, siswa kelas 12 IPA SMA 6 Yogyakarta, memaparkan, dulu ia mempunyai tetangga yang tunanetra. Dia sering berkomunikasi dengan saudaranya melalui SMS. Karena tunanetra, tetangganya tersebut sering meminta tolong untuk dibacakan isi SMS. Berawal dari situlah, Hanif tergelitik untuk menciptakan alat bantu agar para penyandang tunanetra dapat membaca SMS.

Cita-cita mulia itu akhirnya terwujud setelah Muhammad Hanif Sugiyanto dan Swakakrisna Adityomurti mendapat tugas dari sekolah untuk menciptakan sebuah alat. Keduanya lalu sepakat membuat alat bantu membaca SMS bagi para penyandang tunanetra.

"Saat mendapat tugas sekolah untuk membuat karya, kami menciptakan alat I Blind ini," jelas Muhammad Hanif Sugiyanto saat ditemui di SMA 6 Yogyakarta, Selasa (2/12/2013).

Ia menjelaskan, cara kerja alat I Blind ini sangat sederhana. SMS yang datang akan diterima oleh modul GSM. Dari modul GSM lalu diolah oleh software yang mampu mengubah huruf digital menjadi bentuk huruf yang menonjol. Dengan meraba huruf-huruf yang menonjol tersebut, penyandang tunanetra dapat mengerti isi pesan yang dikirimkan.

"Alat ini masih dalam bentuk prototipe, jadi sementara huruf yang dimunculkan masih kita buat dengan lampu-lampu yang menyala," tandasnya.

Sementara itu, Swakakrisna Adityomurti mengatakan, untuk pembuatan prototipe alat I Blind membutuhkan waktu sekitar dua minggu dan menghabiskan dana sekitar Rp 700.000.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ke depan, setelah disempurnakan, alat I Blind akan berbentuk seperti tablet sehingga lebih mudah dibawa dan digunakan," pungkasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.