Kompas.com - 01/12/2013, 01:48 WIB
|
EditorErvan Hardoko
SITUBONDO, KOMPAS.com - Diduga menggelapkan uang milik empat orang nasabah, seorang karyawan Suzuki Finance Indonesia (SFI) Situbondo, Jawa Timur, Yazid (31), asal Desa Cereme, Bondowoso, dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian terpadu (SPKT) Polres Situbondo.

“Korbannya ada empat orang. Uang setoran mereka sebsar Rp 7 juta tidak dibayarkan ke kantor,” kata Manajer SFI Situbondo Aries Subekti (32) di Mapolres, Sabtu (30/11/2013).

Keempat nasabah itu adalah Ferdi Pranata, asal Desa Cereme, Bondowoso. Anggriyanto, warga Desa Wringin Anom, Kecamatan Panarukan. “Dua nasabah lagi yaitu Syaiful Bahri, warga Desa Demung dan Moh. Sunamo, asal Desa Bloro, Kecamatan Besuki,” imbuhnya.

Memang, lanjut Aries, nominal uang setoran keempat nasabah tersebut nilainya tidak sama besarnya. Namun setelah mereka beberapa kali membayar angsuran kredit, ternyata uang mereka itu tidak dikirimkan ke kantor SFI.

“Jadi angsurannya berbeda. Rata-rata Rp 600 ribuan dan sudah terjadi beberapa kali,” katanya sambil menunjukkan bukti kwitansi milik keempat nasabah.

Kasus ini baru terungkap saat pihak SFI memberikan peringatan dan menagih keterlambatan angsuran keempat nasabah itu. SFI sangat terkejut saat mengetahui para nasabah itu telah membayar lewat salah seorang penagih utang yang belakangan diketahui bernama Yazid.

“Setelah petugas mendatangi rumah nasabah dan menanyakan soal keterlambatan angsuran. Ternyatakeempat nasabah itu mengaku mereka sudah membayar,” terangnya.

Mendengar pengakuan nasabah itu, manajemen SFI segera meminta Yazid menyetorkan uang tersebut ke perusahaan. Namun beberapa kali ditagih, Yazid hingga kini belum kunjung menyetorkan uang tersebut.

Kasubag Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi mengatakan, begitu mendapat laporan dugaan penggelapan uang milik nasabah itu, pihaknya melakukan penyelidikan dan akan mendatangkan sejumlah saksi.

“Saat ini pelapor masih dimintai keterangan. Selain itu sejumlah saksi akan kami panggil, termasuk nanti orang yang dilaporkan untuk dimintai keterangan. Bila terbukti melakukan penggelapan, maka terlapor akan dijerat pasal 372 KUHP,” kata Wahyudi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.