Kompas.com - 22/11/2013, 23:08 WIB
Warga pasang spanduk menolak rencana pertambangan di Empat desa, Kabupaten Lebong, Bengkulu kompas.com/FirmansyahWarga pasang spanduk menolak rencana pertambangan di Empat desa, Kabupaten Lebong, Bengkulu
|
EditorFarid Assifa

BENGKULU, KOMPAS.com — Setidaknya terdapat empat desa di Kecamatan Pinang Belapis dan Lebong Utara, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, masuk ke wilayah konsesi perusahaan tambang emas seluas 30.000 hektar. Keempat desa itu antara lain Desa Tambang Sawah, Lebong Tambang, Air Putih, dan Desa Lokasari.

Kehadiran perusahaan tambang skala besar itu menimbulkan kecemasan di masyarakat karena rumah, permukiman, dan usaha mereka sebagai petambang rakyat tradisional terancam gulung tikar.

Nurhasan, anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) Tambang Sawah, menyatakan, terbitnya izin eksplorasi dan eksploitasi tambang emas di wilayah itu mengkhawatirkan warga. "Kekhawatiran kami beralasan mengingat, pertama, desa kami diapit oleh Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS). Jika perusahaan mulai eksploitasi emas, itu mengancam keberadaan wilayah TNKS," kata Nurhasan, Jumat (22/11/2013).

Alasan kedua, beraktivitasnya tambang di lokasi tersebut mengakibatkan daerah penghasil air bersih di bukit yang biasa dikonsumsi ribuan masyarakat menjadi rusak dan tercemar kandungan logam berat seperti merkuri. Alasan ketiga, sudah lebih dari 100 tahun warga empat desa tersebut menggantungkan hidupnya sebagai petambang rakyat di hutan milik marga dengan luasan mencapai tiga hektar.

"Kawasan itu terdiri dari lubang kompoy dan lubang empat adalah tanah marga. Kami punya surat dari pesirah yang dikeluarkan pada 1972 yang menyatakan tanah itu milik marga, dengan masuknya perusahaan besar tempat kami mencari makan terancam. Selama ini, hanya tanah marga itu yang kami tambang karena selebihnya adalah TNKS. Kami tidak berani masuk TNKS," tambahnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Tati, salah seorang petambang tradisional. Ia mengaku dari bertambanglah selama ini bisa menghidupi dan menyekolahkan anak-anaknya sejak suaminya mengalami sakit keras.

"Kalau rumah dan tempat usaha kami diambil perusahaan tambang, kami mau tinggal dan hidup di mana?" tanya Tati.

Warga lain, Zulkarnain, menyatakan, meski izin eksplorasi telah disetujui, pemerintah tidak pernah menyosialisasikannya terlebih dahulu kepada masyarakat. "Sosialisasi tak pernah, mendadak izin eksplorasi sudah keluar. Selanjutnya, katanya izin eksploitasi juga segera menyusul, lalu kenapa kami warga setempat tidak tahu-menahu," tanya Zulkarnain.

Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Bengkulu Iskandar ZO ketika ditemui membenarkan rencana aktivitas pertambangan emas di empat desa tersebut. Namun, ia menjelaskan, pihaknya belum akan mengeluarkan izin eksploitasi jika konflik di tingkat masyarakat belum diselesaikan oleh Pemda Kabupaten Lebong.

"Secara hukum formal perusahaan telah mendapatkan izin, tapi masih menjadi catatan kami jika konflik di masyarakat segera diselesaikan oleh Pemda Lebong," tutup Iskandar.

Penolakan tambang itu juga pernah dilakukan ratusan warga dengan menggelar aksi unjuk rasa pada April 2012 di kantor Bupati Lebong. Sebagai bentuk penolakan terhadap pertambangan emas, warga di daerah itu memasang spanduk di jalan utama desa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Regional
Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Regional
Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Regional
Ramadhan dan Lebaran Usai, Wagub Uu Ajak ASN Semangat Laksanakan Tugas

Ramadhan dan Lebaran Usai, Wagub Uu Ajak ASN Semangat Laksanakan Tugas

Regional
Jadwal Masuk Sekolah Ditunda, Ridwan Kamil: Kami Apresiasi, asal Tidak Mengganggu KBM

Jadwal Masuk Sekolah Ditunda, Ridwan Kamil: Kami Apresiasi, asal Tidak Mengganggu KBM

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.