Simpan Sabu Dalam Roti, Pria Ini Ditangkap Polisi

Kompas.com - 21/11/2013, 19:21 WIB
Ilustrasi: Narkoba
HANDININGIlustrasi: Narkoba
|
EditorFarid Assifa

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Setelah dua bulan melakukan pengintaian, Polres Banyuwangi menangkap Slamet Sukma Jaya alias Afuk, bandar besar sabu asal Kelurahan Karangrejo. Afuk diringkus bersama tiga kurirnya.

Afuk ditangkap setelah mengambil kiriman paket sabu di sebuah tempat jasa pengiriman barang. Paket sabu tersebut disimpan di dalam roti yang diletakkan di bawah jok motor. Paket tersebut diduga dikirim dari temannya yang kini masih mendekam di Lapas Madiun.

Kapolres Banyuwangi AKBP Yusuf kepada Kompas.com Kamis (21/11/2013) menjelaskan, Afuk merupakan pemain lama dengan kasus yang sama. "Tersangka Afuk baru saja keluar dari Lapas Madaeng, Surabaya atas kasus serupa dua bulan yang lalu dengan status pembebasan bersyarat. Tersangka yang mengalami ketergantungan narkoba ini mengaku baru pertama kali melakukan aksi tersebut. Nilai transaksi senilai 15 juta. Barang tersebut dipasok dari temannya yang masih mendekam di LP Madiun," jelasnya AKBP Yusuf.

Dia juga menjelaskan, polisi masih mengejar pemasok sabu tersebut yang saat ini masih mendekam di Lapas Madiun. Selain menangkap Afuk, di tempat terpisah pihak kepolisian juga mengamankan 3 tersangka lain dengan barang bukti 2.000 butir pil treks siap edar beserta timbangan listrik. Atas perbuatannya, para tersangka akan dijerat Pasal 112 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika ancaman hukuman minimal 4 tahun maksimal 12 tahun penjara.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Juru Parkir RS Sebarkan Video Hoaks Pasien Corona Ditangkap di Palembang

Juru Parkir RS Sebarkan Video Hoaks Pasien Corona Ditangkap di Palembang

Regional
Cegah Corona, Akses Keluar Masuk Kota Kendari Bakal Diperketat

Cegah Corona, Akses Keluar Masuk Kota Kendari Bakal Diperketat

Regional
Diduga Depresi, Turis Asing Berjalan Telanjang Bulat di Bali

Diduga Depresi, Turis Asing Berjalan Telanjang Bulat di Bali

Regional
Seorang Polisi di Medan Diduga Tewas Tertembak Rekannya, Ada Luka di Kepala

Seorang Polisi di Medan Diduga Tewas Tertembak Rekannya, Ada Luka di Kepala

Regional
Kala Warga Berikan Semangat untuk Pasien Positif Virus Corona yang Dijemput dari Rumahnya

Kala Warga Berikan Semangat untuk Pasien Positif Virus Corona yang Dijemput dari Rumahnya

Regional
Cegah Corona, Warga Sikka yang Keluar Malam Didenda Rp 1 Juta

Cegah Corona, Warga Sikka yang Keluar Malam Didenda Rp 1 Juta

Regional
Menantu Cabuli Ibu Mertua, Simpan Banyak Foto Perempuan Lansia di Ponsel

Menantu Cabuli Ibu Mertua, Simpan Banyak Foto Perempuan Lansia di Ponsel

Regional
Cegah Covid-19, Objek Wisata Malino Ditutup untuk Umum

Cegah Covid-19, Objek Wisata Malino Ditutup untuk Umum

Regional
Pemkot Bandung Akan Bagikan 22.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Corona

Pemkot Bandung Akan Bagikan 22.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Corona

Regional
Dua Pemudik dari Jakarta Demam Tinggi Setiba di Salatiga, Diminta Karantina Diri

Dua Pemudik dari Jakarta Demam Tinggi Setiba di Salatiga, Diminta Karantina Diri

Regional
Kisah Pilu Jenazah Positif Corona di Tasikmalaya: Ditolak Warga, 24 Jam Tertahan di Ambulans

Kisah Pilu Jenazah Positif Corona di Tasikmalaya: Ditolak Warga, 24 Jam Tertahan di Ambulans

Regional
UPDATE: Pasien Positif 02 di Lampung Meninggal

UPDATE: Pasien Positif 02 di Lampung Meninggal

Regional
Satu Pasien PDP Corona Asal Bangladesh Meninggal di Babel

Satu Pasien PDP Corona Asal Bangladesh Meninggal di Babel

Regional
Wali Kota Bandung Tak Lakukan 'Local Lockdown', tapi Pertimbangkan Karantina Lokal

Wali Kota Bandung Tak Lakukan "Local Lockdown", tapi Pertimbangkan Karantina Lokal

Regional
'Kami Siap Bertempur di Garda Depan, tetapi kalau Tidak Ada APD, Kami Mati'

"Kami Siap Bertempur di Garda Depan, tetapi kalau Tidak Ada APD, Kami Mati"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X