Hujan Abu Merapi Sampai ke Solo dan Boyolali

Kompas.com - 18/11/2013, 10:32 WIB
Merapi tertutup kabut pada Senin siang (22/7/2013). KOMPAS.COM/ M WismabrataMerapi tertutup kabut pada Senin siang (22/7/2013).
|
EditorKistyarini

YOGYAKARTA, KOMPAS.com
 — Hujan abu akibat embusan Gunung Merapi, Senin (18/11/2013), tercatat mengarah ke sisi timur wilayah Jawa Tengah. Seperti diberitakan Gunung Merapi mengembuskan asap pekat disertai abu vulkanik dengan ketinggian mencapai 2.000 meter, sekitar pukul 04.58 WIB.

"Berdasarkan laporan hujan abu mencapai 60 kilometer ke arah timur (dari puncak Merapi)," terang Subandriyo, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Senin.

Menurut Subandriyo, berdasarkan laporan, hujan abu akibat aktivitas Gunung Merapi itu melanda wilayah sekitar Solo dan Boyolali. Sementara itu, untuk lereng Merapi di wilayah DI Yogyakarta, khususnya Sleman, tidak ada yang terkena hujan abu.

Meskipun demikian, Subandriyo menegaskan bahwa aktivitas Gunung Merapi tersebut hanya embusan biasa

Ia memaparkan, berdasar laporan, hujan abu akibat aktivitas Gunung Merapi melanda wilayah sekitar Solo, dan Boyolali. Adapun lereng Merapi di wilayah DIY khususnya Sleman tidak ada yang terkena hujan abu.

Subandriyo menegaskan aktivitas Gunung Merapi yang terjadi pada Senin (18/11/2013) pagi merupakan embusan biasa. "Embusan lebih dominan abu dengan warna sedikit kecoklatan. Berupa asap sulfatara tapi lebih dominan abu," tuturnya.

Sebelumnya, petugas di pos pengamatan Merapi di Kaliurang, Lasiman Pecut, mengatakan, sebelum Gunung Merapi mengeluarkan asap tebal disertai debu vulkanik, terjadi 10 gempa tektonik di bawah gunung tersebut.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Regional
Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Regional
Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Regional
3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

Regional
4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

Regional
'Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan'

"Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

Regional
Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Regional
Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Regional
Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Regional
Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Regional
Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Regional
Cerita Yaidah Kesulitan Urus Akta Kematian Putranya di Pemkot Surabaya hingga Harus ke Jakarta

Cerita Yaidah Kesulitan Urus Akta Kematian Putranya di Pemkot Surabaya hingga Harus ke Jakarta

Regional
Jadi Arena Balapan Truk, Lokasi Wisata Pantai Cemara Tuban Ditutup

Jadi Arena Balapan Truk, Lokasi Wisata Pantai Cemara Tuban Ditutup

Regional
'Kalau Mau Kriminalisasi Langsung Saja, Enggak Usah Berbelit-belit Pakai Prosedur Ngawur'

"Kalau Mau Kriminalisasi Langsung Saja, Enggak Usah Berbelit-belit Pakai Prosedur Ngawur"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X