Kompas.com - 16/11/2013, 18:35 WIB
|
EditorKistyarini
MAKASSAR, KOMPAS.com - Setelah menyelidiki "paket tawas" yang melibatkan istri Kapolres Halmahera Utara, tim investigasi Polda Sulselbar akhirnya membuka tabir dan membeberkan hasil pemeriksaan ulang urine ketiga tersangka.

Hasil investigasi tim yang dibentuk Kapolda Sulselbar, Inspektur Jendral (Irjen) Polisi Burhanuddin Andi dibeberkan Direktur Narkoba, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Azis Djamaluddin, Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Kombes Polisi Sumardi, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kombes Polisi Endi Sutendi dalam konferensi persnya di markas Polda Sulsebar, Sabtu (16/11/2013).

Ketua tim investigasi, Azis Djamaluddin, mengatakan, setelah dilakukan gelar perkara yang dipimpin langsung Kapolda serta reka ulang di lokasi penangkapan, ada cukup bukti keterlibatan ketiga tersangka dalam kasus narkoba.

"Sejak awal barang bukti 12 sachet serbuk putih yang diduga sabu itu adalah tawas. Jadi anggota yang terlalu terburu-buru mengungkapkan bahwa sabu. Padahal penyidik tidak berhak mengungkapkan itu, karena yang berhak menetapkan sabu atau palsu adalah Puslabfor. Kalau urine ketiga tersangka dinyatakan positif, setelah dilakukan tes urine pula oleh Puslabfor," kata Azis.

Serbuk tawas yang dipaketkan, lanjut Azis, diakui tersangka Selvy. Dari pengakuannya, 12 sachet serbuk putih dipaketkan untuk siap dijual untuk kepada pemesan. Demikian pula dengan Aiptu Anwar, polisi menetapkannya sebagai bandar dan pengedar karena ditemukannya banyaknya pembungkus sabu di rumah tersangka.

"Tawas itu memang dijadikan serbuk dan dikemas oleh istri Kapolres Halmahera Utara, Selvy. Katanya, dia mengemas tawas jika ada orang memesan sabu kepada Selvy. Sedangkan Anwar, dikategorikan sebagai bandar dan pengedar karena di rumahnya banyak ditemukan sachet sabu, timbangan elektrik serta alat isap. Jadi Anwar bukan hanya bandar, tapi juga sebagai pengguna. Keduanya dikenakan pasal berlapis. Kalau istri Anwar, Ian dikenakan pasal 131 UU narkotika karena tidak mengetahui adanya pesta maupun transaksi narkoba namun tidak dilaporkan," tegasnya.

Lanjut Azis, semua fakta itu diperkuat setelah tim investigasi melakukan penyelidikan dalam penyelidikan yang dilakukan Polres Gowa. Bahkan, tim investigasi telah memeriksa semua anggota Polres Gowa yang melakukan penangkapan dan menangani kasus tersebut dalam proses penyelidikan maupun penyidikan.

Azis menambahkan, saat ini polisi mengejar keberadaan seorang wanita dan seorang pria yang merupakan rekan Selvy. "Tawas diperoleh dari seorang wanita berinisial B atau W yang berdomisili di Makassar. Ada juga pria berinisial L yang disebut oleh Selvy," ungkapnya.

Saat ditanya adanya rekayasa kasus tersebut, Azis enggan menjawabnya. Namun dia mengakui bahwa tes urine awal kepada ketiga tersangka negatif. Saat di tes ulang urine ketiga tersangka dan diperiksa di Puslabfor, hasilnya positif.

"Saya tidak bisa jawab ada rekayasa, tapi hasil tes ulang urine tersangka sudah positif yang sebelumnya dinyatakan negatif," paparnya.

Ditambahkan Sumardi, selain proses pidana, untuk tersangka Anwar juga dikenakan kode etik dan disiplin. Hanya saja, dia enggan mengungkapkan sanksi yang dikenakan terhadap Anwar yang merupakan anggota kepolisian.

"Sanksi yang diberikan kepada Anwar saya belum tahu, karena itu internal kepolisian dan harus melalui proses sidang kode etik. Harus dilaporkan ke pimpinan, nanti beliau yang menentukan. Makanya saya tidak bisa bilang Anwar terancam dipecat dari polisi. Tapi sidang kode etik dilakukan, setelah sidang pidana untuk tersangka dilakukan," tandasnya.

Selvy Razak (41) ditangkap nyabu di rumah anggota Polsekta Tinggi Moncong, Ajun Inspektur Satu (Aiptu) Anwar Sulaiman di Jl Wahidin Sudirohusodo, Kelurahan Batang Kaluku, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (30/10/2013) sekitar pukul 02.00 Wita. Dalam penggerebekan itu, polisi menyita 12 sachet diduga narkoba jenis sabu-sabu, alat isap (bong), sebuah timbangan eletronik, sebuah senjata api rakitan jenis colt, enam peluru, sebuah pirex.

Sebelumnya, Kasubag Humas Polres Gowa, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Andry Lilikay mengatakan, setelah diperiksa urine Selvy dan Anwar serta 12 sacset serbuk putih yang diduga sabu, Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) menyatakan negatif. Bahkan, 12 sachet serbuk putih itu adalah tawas. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X