Kompas.com - 11/11/2013, 15:21 WIB
Aksi protes Raskin busuk yang dilakukan mahasiswa dan warga di depan gudang Bulog Sub Divre IV Madura, Pamekasan, Kamis (7/11/2013). KOMPAS.com/TaufiqurrahmanAksi protes Raskin busuk yang dilakukan mahasiswa dan warga di depan gudang Bulog Sub Divre IV Madura, Pamekasan, Kamis (7/11/2013).
|
EditorKistyarini

PAMEKASAN, KOMPAS.com — Beras bantuan untuk rakyat miskin (raskin) dalam kondisi busuk yang dikeluarkan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Madura, diduga tersebut berasal dari pihak rekanan pengadaan beras.

Kepala Bulog Sub Divre Madura Prayitno mengatakan, pihak Bulog hanya bisa memantau kualitas  5 persen beras dari pihak rekanan. Sisanya sudah diserahkan kepada pihak rekanan sendiri karena sudah berdasarkan saling kepercayaan.

Pihak Bulog, kata Prayitno, sebenarnya ingin mengawasi semua beras yang dikirim pihak rekanan. Namun banyak rekanan yang menolaknya. “Kami bisa saja mengawasi penuh kualitas beras yang dikirim oleh rekanan. Namun masalahnya rekanan yang menolaknya,” kata Prayitno, Senin (11/11/2013).

Dengan demikian, ketika ada beras yang bercampur kerikil, gabah dan hama serangga, bukan Bulog yang patut dipersoalkan. Akan tetapi pihak rekanan pula yang perlu disoroti.

Soal beras berkualitas jelek yang dikirim oleh pihak rekanan, Bulog juga tidak mau tinggal diam. Bulog sering memberikan penyuluhan kepada pihak rekanan agar tidak menjual beras yang kualitasnya jelek.

“Kami sering lakukan pembinaan kepada pihak rekanan. Setiap kali ada rekanan yang nakal langsung diberi peringatan. Namun jika peringatan itu diabaikan, maka akan masuk daftar rekanan yang akan di black list,” ungkap Prayitno.

Sampai saat ini, terdapat 25 perusahaan rekanan yang menjual beras ke Bulog untuk Kabupaten Pamekasan. Jumlah tersebut sudah dianggap terlalu banyak karena pihak Bulog pun sulit melakukan pembinaan kepada mereka. Pada Desember mendatang, Bulog akan mengevalausi rekanan yang layak untuk dijadikan mitra dan yang akan diputus kemitraannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih lanjut Prayitno menerangkan, beras yang berubah warna ataupun bercampur hama biasanya disebabkan faktor gudang penyimpanan. Sementara, gudang yang dibangun Bulog tidak didesain bebas hama.

Beras yang disimpan di gudang sampai tiga bulan hampir dipastikan akan diserang hama dan berubah warna.  “Bandingkan saja dengan beras pasaran, dua bulan disimpan akan berubah warnanya dan tidak bebas hama. Begitu juga dengan beras Bulog,” terangnya.

Untuk mencegah hama, Bulog akan menggunakan zat kimia. Namun jika masyarakat masih menerima beras berkualitas jelek, sebaiknya langsung melapor ke Bulog agar beras itu diganti dengan yang baik.

“Saya tegaskan agar masyarkat yang menerima Raskin jelek untuk ditolak dan segera lapor ke Bulog. Saat itu juga akan kami ganti dengan beras yang lebih bagus,” pungkas Prayitno.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.