Kapuspen TNI: Helikopter Jatuh karena Kehilangan "Power" - Kompas.com

Kapuspen TNI: Helikopter Jatuh karena Kehilangan "Power"

Kompas.com - 09/11/2013, 15:38 WIB
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Enam unit helikopter Mi-17 V5 buatan Rusia diserahkan kepada Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan di Skadron 21/Sena, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (26/8/2011). Enam helikopter Mi-17 V5 tersebut merupakan helikopter angkut militer yang dapat mengangkut 36 personil atau beban seberat tiga ton, dan akan mengisi Skadron 31/Serbu Semarang.

JAKARTA, KOMPAS.com — Jatuhnya helikopter TNI Angkatan Darat yang membawa bahan bangunan untuk membangun pos perbatasan di Malinau, Kalimantan Utara, diduga akibat masalah pada mesin pesawat.

Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul mengatakan, dari informasi sementara yang dihimpun dari Malinau, helikopter tersebut kehilangan power (tenaga) saat akan mendarat di helipad.

"Pesawat TNI Adi MI-17 itu kehilangan power lalu jatuh dan terbakar," kata Iskandar saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (9/11/2013).

Iskandar mengatakan, belum diketahui persis masalah mesin apa yang dialami helikopter yang mengangkut 21 orang tersebut. "Masih ditelusuri penyebabnya karena kan kita enggak tahu ya, masalah mesin itu kan banyak," tuturnya.

Iskandar mengatakan, sejauh ini informasi yang diterimanya menyebutkan, sembilan penumpang helikopter mengalami luka bakar. Belum ada informasi yang menyebutkan ada korban meninggal dunia.

Menurut Iskandar, helikopter yang jatuh di Malinau itu tengah membawa bahan bangunan untuk membangun pos di perbatasan Malinau. Ada delapan kru dan 13 pekerja konstruksi bangunan yang menumpang dalam pesawat naas tersebut.

Kapendam VI Mulawarman Kolonel Legowo sebelumnya mengatakan, helikopter ini tiba-tiba jatuh ketika hendak mendarat di helipad. Menurut Kol Legowo, heli tersebut berangkat dari Bandara Juwata, Tarakan, sekitar pukul 09.00 menuju Malinau.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorKistyarini

Close Ads X