Kompas.com - 03/11/2013, 20:55 WIB
Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum (kiri) tak diperbolehkan masuk ke lokasi tes tulis CPNS kategori dua di Pondok Pesantren Cipasung, Minggu (3/11/2013). KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHABupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum (kiri) tak diperbolehkan masuk ke lokasi tes tulis CPNS kategori dua di Pondok Pesantren Cipasung, Minggu (3/11/2013).
|
EditorFarid Assifa

TASIKMALAYA, KOMPAS.com
- Pelaksanaan tes penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) khusus dari kalangan tenaga sukwan kategori II di Tasikmalaya, digelar di kompleks Pondok Pesantren Cipasung. Terdapat 136 ruangan dan 8 titik lokasi yang disiapkan untuk pelaksanaan tes dengan peserta sebanyak 2.659 orang itu.

"Para pengawas penting mengetahui prosedur dalam pelaksanaan tes, sehingga pelaksanaan bisa berjalan lancar dan tanpa kendala. Dan yang paling utama dalam pendistribusian soal, jangan sampai ada yang salah atau keliru," kata kepala Bidang Pengembangan Pegawai BKPLD Kabupaten Tasikmalaya, Ari Fitriadi, Minggu (3/11/2013).

Pengawasan pelaksanaan tes CPNS ini dilakuakn oleh banyak unsur, baik itu pihak kepolisian, BPK, BPKP, KPK, dari Menpan dan Mendagri.

Kepala Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya, Iwan Saputra mengatakan, pelaksanaan CPNS daerah saat ini harus akuntabel dan terhindari dari praktik kecurangan yang bisa merugikan. Pengawasan dari berbagai pihak terus dilakukan dari awal pelaksanaan hingga akhir.

"Untuk pelaksanaan tes CPNS sekarang ini akan kita kawal agar pelaksanaanya bisa lebih akuntabel," katanya.

Calo masih gentayangan

Pihak panitia berani menjamin pelaksanaan tes CPNS berjalan sesuai prosedur dan terhindar dari trik dan intrik atau pencaloan yang kerap mewarnai setiap pelaksanaan tes CPNS. Hanya saja sebagian kalangan masih ada yang percaya terhadap rayuan seseorang yang mengaku dekat dengan pejabat, dan bisa meluluskan tes CPNS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak sedikit para peserta tes yang sudah menyetor uang dengan harapan bisa lulus CPNS. Nilainya variatif antara Rp 5 juta sampai puluhan juta. Menurut Nanan, salah seorang sukwan peserta tes CPNS mengatakan, dirinya pernah ditawari seseorang yang mengaku bisa meloloskan tes CPNS. Standar harga jual CPNS saat ini mencapai Rp 80 juta dengan menerapkan sistem bayar di muka. Sedangkan selebihnya dibayar ketika tenaga sukwan sudah benar-benar lulus. Oknum juga berani menjamin, jika tidak lulus, uang yang sudah masuk bisa dikembalikan lagi.

"Ada yang minta Rp 5 juta di muka ada juga yang Rp 8 juta sisanya dibayar nanti setelah lulus," ujar Nanan.

Namun Nanan mengaku, meski beberapa kali didatangi orang yang mengaku pejabat atau dekat denga pejabat baik di tingkat daerah atau pun pejabat di tingkat pusat. Apalagi orang itu mengumbar janji bisa meluluskan tes asalkan menyetor sejumlah uang yang dibayar sebagian di muka. Dirinya tak tergoda sedikit pun.

"Tapi saat ngecek peserta lain ternyata banyak yang mengaku didatangi orang-orang yang mengaku bisa meluluskan. Tapi saya tidak begitu percaya, lagi pula uangnya juga tidak ada," katanya.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Latihan Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Ahmad Muhksin mengaku banyak orang-orang yang mencari kesempatan dari pelaksanaan CPNS ini. Motifnya memang beraneka ragam, termasuk banyak yang mengaku-ngaku sebagai pejabat.

"Memang banyak yang memanfaatkan momen dari pelaksanaan CPNS ini. Dan saya tekankan oknum itu sama sekali tidak bisa meluluskan karena yang bisa meluluskan adalah dirinya sendiri," kata Ahmad.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

Regional
Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Regional
Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Regional
Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Regional
Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.