Kompas.com - 30/10/2013, 05:26 WIB
Petugas kepolisian saat merazia kelompok bermotor yang masih nongkrong diwaktu malam hari di jalanan Kota Bandung, tepatnya di Jalan Ir. H. Djuanda, Bandung, Rabu, (30/10/2013), dini hari. KOMPAS.com/Rio KuswandiPetugas kepolisian saat merazia kelompok bermotor yang masih nongkrong diwaktu malam hari di jalanan Kota Bandung, tepatnya di Jalan Ir. H. Djuanda, Bandung, Rabu, (30/10/2013), dini hari.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
BANDUNG, KOMPAS.com — Polrestabes Bandung dan Polda Jabar menggelar razia dengan berpatroli dialogis menyusuri hampir seluruh ruas jalan di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (30/10/2013) dini hari, sebagai upaya memberantas geng motor dan kriminalitas di jalanan. Sebanyak 102 personel dilibatkan.

"Ini untuk meredam kemungkinan munculnya lagi geng motor atau kelompok motor tak jelas berkeliaran jalanan Bandung pada malam dan dini hari," kata Kepala Bagian Operasional Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Polisi Diki Budiman, sebelum razia. Selain itu, imbuh dia, operasi juga untuk mengatasi kasus pencurian kendaraan bermotor maupun pencurian dengan pemberatan maupun kekerasan.

Diki memberikan contoh kasus yang ingin diminimalisasi di Kota Bandung adalah seperti kejadian yang menimpa Julius Timothy (21), mahasiswa ITB yang dikeroyok delapan orang yang diduga geng motor dan kemudian membawa kabur Honda CBR 150 milik Julius. Hingga saat ini kasus tersebut belum terungkap.

Para personel yang turut dalam razia ini, kata Diki, diperintahkan untuk menghampiri setiap pengendara kendaraan bermotor yang terlihat berkerumun pada waktu malam. Pemeriksaan mencakup STNK, SIM, barang bawaan, dan penggeledahan badan.

"Pokoknya, yang berkelompok lebih dari dua motor di malam hari kami geledah, kami periksa barang bawaan di kendaraannya dan kami juga memeriksa barang bawaan yang di pakaiannya," tegas Diki. Bila pemeriksaan mendapatkan benda tajam, senjata api, dan benda-benda mencurigakan lainnya, Diki memastikan personelnya tak akan segan mengambil tindakan tegas.

Pantauan Kompas.com, pada Selasa (29/10/2013) pukul 23.56 WIB, personel berpencar dari Mapolrestabes Bandung untuk memulai patrolinya. "Dari 102 personel yang kami turunkan ini akan kami pecah menjadi tiga kelompok untuk berpatroli di wilayah timur, tengah, dan barat," ujarnya.

Hasil dari razia Rabu dini hari ini, sejumlah orang yang kedapatan nongkrong telah terjaring razia. Sebagian di antara mereka bahkan harus membiarkan motornya disita polisi karena tak bisa menunjukkan STNK dan SIM.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.