Kompas.com - 23/10/2013, 12:59 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
|
EditorGlori K. Wadrianto
PAREPARE, KOMPAS.com — Maraknya isu pergaulan bebas di kalangan pelajar menjadi perhatian bagi dunia pendidikan di Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Diduga kuat, banyak pelajar yang terlibat seks bebas bahkan hingga terjun ke dunia prostitusi.

Terkait temuan tersebut, Dinas Pendidikan Kota Parepare membentuk tim penyelidikan guna mencari tahu kebenaran dugaan bisnis seks yang melibatkan para pelajar di kota itu.

Sekretaris Pendidikan Parepare, Umar, Rabu (23/10/2013), mengungkapkan, seks bebas pelajar yang melebar pada bisnis seks, saat ini menjadi pembahasan utama di Dinas Pendidikan setempat.

"Kita telah membentuk tim penyelidikan untuk mencari fakta kebenaran terkait hal tersebut. Tim terdiri dari gabungan pejabat dan staf dinas," kata dia.

Dengan terbentuknya tim investigasi tersebut, kata Umar, saat ini mulai dilakukan interogasi terhadap para guru yang ada di sekolah-sekolah. Sebab, berdasarkan informasi yang berkembang, bisnis seks disinyalisasi melibatkan oknum guru.

"Tapi pihak kami belum mendapatkan bukti terkait ada tidaknya keterlibatan oknum guru, dalam hal ini, termasuk bisnis seks pelajar yang saat ini jadi pembicaraan umum. Karena investigasi masih berjalan," ujar Umar.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Parepare, Achmad Faisal Andi Sapada mengatakan, informasi terkait seks bebas pelajar dan bisnis seks pelajar tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh seluruh pihak dan stakeholder pendidikan di Parepare.

"Baiknya semua stakeholder pendidikan berkumpul membahas serius masalah ini. Nantinya langkah-langkah untuk menempuh penyelesaian dapat ditemukan," tutur Faisal.

Sementara itu, Psikolog asal Universitas Negeri Makassar, Nur Hidayat, mengungkapkan, perilaku remaja dalam kehidupan sehari-hari memang berbeda-beda. Apalagi saat ini merupakan masa pencarian jati diri mereka.

"Nah, jika terpengaruh dalam lingkungan negatif, tidak jarang perilaku seks bebas akan digelutinya," terangnya.

Hal tersebut, katanya lagi, dikarenakan berbagai sebab, yang intinya rata-rata masalah keluarga. Baik itu kurangnya perhatian dari orangtua, keadaan keluarga yang kurang harmonis, maupun keinginan sang anak untuk beranjak dewasa dalam usia dini.

"Dari berbagai masalah itu, siswa yang tadinya hanya bergaul biasa jadi kebablasan. Saran saya kepada siswa di mana saja, bergaul boleh saja, tapi jangan lupa pengendalian diri. Bedakan mana perilaku negatif yang perlu dihindari dan perilaku positif yang patut dilakukan," tandasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.