Kompas.com - 10/10/2013, 06:31 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah jalan di Yogyakarta akan ditutup selama berlangsungnya hajat mantu Sri Sultan Hamengku Buwono X pada 21-23 Oktober 2013. Kepolisian telah menyiapkan skenario pengalihan arus lalu lintas terkait hajatan ini.

Sri Sultan Hamengku Buwono X akan menikahkan putri keempatnya, Gusti Kanjeng Ratu Hayu, dengan Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Notonegoro. "Pada ijab kabul, Selasa (22/10/2013), penutupan dan pengalihan arus akan dilakukan di semua jalan menuju Keraton Yogyakarta, mulai pukul 06.00 WIB," kata Kabid Humas Polda DIY AKBP Anny Pudjiastuti, Rabu (9/10/2013).

Anny merinci, ruas jalan yang akan ditutup pada hari akad nikah itu adalah Jalan Kauman atau Pos Besar ke arah Jalan Trikora dan Jalan Ibu Ruswo, sampai pertigaan Wijilan. Lalu, akan ada sistem buka tutup pada ruas Jalan P Senopati dan Jalan KH Ahmad Dahlan, diarahkan ke Jalan Bhayangkara.

Berikutnya, tutur Anny, Polda DIY juga mengantisipasi arus lalu lintas pada hari resepsi pernikahan yang digelar di Kepatihan, Rabu (23/10/2013). Pada hari itu akan digelar pula kirab pengantin.

Tujuh posko pengamanan, sebut Anny, akan disiapkan untuk pengamanan resepsi dan kirab tersebut. Lagi-lagi, sejumlah ruas jalan akan ditutup dan diberlakukan pengalihan arus lalu lintas.

Pada Pos Gardu Anim akan dilakukan penutupan jalan di sebelah utara Hotel Inna Garuda. Arus lalu lintas dari Jalan Mataram ke Jalan Malioboro diarahkan lurus ke arah Jalan Abu Bakar Ali atau Jembatan Kleringan.

Arus lalu lintas dari Kota Baru, lanjut Anny, dialihkan ke Jalan Mataram. Sementara lalu lintas dari Jalan P Mangkubumi diarahkan ke Kota Baru dan Jalan A Jazuli. Lalu lintas menuju Jalan Mataram akan diarahkan melalui Stadion Kridosono.

Untuk Pos Teteg, skenario lalu lintas akan menutup arus jalur lambat menuju Jalan Malioboro. Berikutnya, pos di Pasar Kembang akan menutup total lalu lintas menuju Pasar Kembang, sementara arus dari Jalan Bhayangkara akan dialihkan ke perempatan Jlagran.

Adapun Pos Gondomanan akan menutup arus menuju Jalan P Senopati atau Pos Besar. Arus dari Jalan Katamso dialihkan ke Jalan Sultan Agung dan Jalan Suryotomo. Lalu, arus dari Jalan Sultan Agung dialihkan ke Jalan Katamso dan Jalan Suryotomo. Berikutnya, arus dari Jalan Suryotomo dialihkan ke Jalan Sultan Agung dan Jalan Katamso.

Pos PKU Muhammadiyah akan menutup lalu lintas menuju arah perempatan Pos Besar, dialihkan ke Jalan Bhayangkara. Hanya pasien menuju PKU Muhammadiyah yang masih diizinkan melintas. Adapun pos di Jalan Ibu Ruswo akan menutup arus lalu lintas menuju alun-alun utara. Terakhir, Pos Jlagran akan mengalihkan dan menutup arus menuju Jalan Jlagran Lor atau Pasar Kembang.

“Setelah ada hasil rapat dengan pihak keluarga Keraton, skenario pengaturan dan pengalihan arus lalin segera akan kami koordinasikan dengan instansi terkait,” ujar Anny. Geladi bersih seluruh rangkaian dan penerapan skenario pengamanan ini akan digelar pada Sabtu (19/10/2013) mulai pukul 08.00 WIB.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X