Kompas.com - 30/09/2013, 18:21 WIB
Empat pelajar putri dari beberapa sekolah menengah kejuruan di Balikpapan menjual kegadisan temannya berinisial Ty pada seorang pengusaha muda di Balikpapan. Kompas.com/ Dani JuliusEmpat pelajar putri dari beberapa sekolah menengah kejuruan di Balikpapan menjual kegadisan temannya berinisial Ty pada seorang pengusaha muda di Balikpapan.
|
EditorFarid Assifa

BALIKPAPAN, KOMPAS.com — Aparat kepolisian Balikpapan, Kalimantan Timur, menciduk empat perempuan yang masih berstatus pelajar sekolah menengah atas dan kejuruan dari berbagai tempat berbeda di Balikpapan, minggu lalu. Keempat pelajar itu adalah HD (17), SL, dan SN yang masih berusia 16 tahun, serta NV yang masih 15 tahun.

Keempatnya ditangkap lantaran terlibat menjual kegadisan Ty, 16 tahun, temannya, kepada seorang pria berinisial HR. “Dia (HR) ini setahu saya adalah pengusaha di Balikpapan. Usahanya apa, saya tidak tahu persis. Usianya sekitar 30 tahun,” kata SL tanpa bersedia memerinci siapa itu HR. Namun, keempatnya mengakui bahwa HR juga dinamai mereka sebagai OG singkatan dari Om Gendut.

Bermula dari laporan keluarga Ty ke Kantor Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Balikpapan pada Senin, 23 September 2013, bahwa anak mereka telah "tidur" dengan seorang bernama HR. Polisi pun bertindak cepat dengan menciduk HD dkk yang menjadi perantara antara Ty dan Hr.
ZN mengatakan, hal ini berawal dari keinginan Ty untuk memakai kawat gigi. Ty menyampaikan keinginannya itu kepada ZN. Lantaran harga yang terbilang mahal, Ty dan ZN pun sepakat untuk mencari dana pembelian kawat gigi dengan cara menjual kegadisan Ty sendiri. ZN pun bergerak cepat. Sejak itu informasi kebutuhan Ty mengalir di antara rekan ZN. HD, salah satu rekan ZN menawarkan Rp 15 juta untuk mendapatkan kegadisan Ty. “Saya sampaikan lewat BBM (BlackBerry Messenger) ke HD,” kata ZN.

Gayung bersambut lagi. HD menemui NV sambil menawar jadi Rp 10 juta. NV pun bersedia dengan senang hati mencari pembeli Ty lewat SL. Melalui SL inilah akhirnya disepakati HR yang bersedia membeli kegadisan Ty.

Semua berlangsung singkat. Sabtu, 21 September 2013, HD dkk membawa Ty menemui HR di sebuah tempat karaoke. Tak lama kemudian HD dkk meninggalkan HR bersama Ty. HR pun memboyong Ty ke hotel untuk berhubungan intim. “Tapi setelah itu tidak tahu berapa dapat uangnya. Saya juga tidak tahu dibagi berapa-berapa di antara mereka. Kami justru tidak mendapat apa-apa,” kata SL.

Kendati keempatnya berkata tidak mendapat apa dari kegiatan ini. Hasil pemeriksaan polisi membuktikan lain. Pihak PPA mengungkapkan, seusai mencicipi Ty, HR pun memberikan sejumlah uang kepada Ty. Uang itu kemudian dibagikan kepada ZN dan sisanya disimpan dalam tas. Uang itu ditemukan orangtua Ty sehingga Ty pun mengakui perbuatannya.

Keluarga Ty tidak terima tragedi ini. Mereka pun melaporkan praktik ini ke PPA. Tempo satu minggu, keempat pelajar putri itu pun akhirnya ditangkap dari tempat yang berbeda. Salah satu di antaranya, ZN, bahkan diciduk saat sedang mengikuti pelajaran di sekolah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Polisi siap menjerat keempatnya dengan Undang-Undang Perlindungan Anak RI No 23 tahun 2002 Pasal 88 tentang eksploitasi ekonomi dan seksual terhadap anak di bawah umur. “Ancaman maksimal bisa 10 tahun penjara. Sedangkan HR sendiri masih DPO,” tutur Kepala Unit Kantor PPA Polres Balikpapan, Iptu Munjaini.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.