Kompas.com - 27/09/2013, 15:03 WIB
Jalan di depan kantor Gubernur Bengkulu dicoret-coret dengan cat yang bertuliskan KOMPAS.com/FirmansyahJalan di depan kantor Gubernur Bengkulu dicoret-coret dengan cat yang bertuliskan "Penjarakan Gubernur", Jumat 927/9/2013). Tulisan tersebut akhirnya dihapus oleh anggota Satpol PP setempat.
|
EditorKistyarini

BENGKULU, KOMPAS.com
- Jalan utama menuju kantor Gubernur Bengkulu, tepatnya di depan gerbang masuk, dicoret-coret oleh orang tak dikenal, Jumat (27/9/2013) sekitar pukul 05.00 WIB.

Coretan berbunyi "penjarakan gubernur" itu menggunakan cat semprot warna perak yang disemprotkan di aspal menuju halaman kantor gubernur. Coretan serupa juga ditemukan di  beberapa instansi lain seperti markas Polda Bengkulu dan DPRD Provinsi Bengkulu.

Di halaman kantor DPRD Provinsi Bengkulu tulisan warna silver tersusun dua baris dan besar membelah jalan bertuliskan "Turunkan Junaidi Hamsyah, Koruptor M. Yunus", selanjutnya di halaman Polda Bengkulu tepatnya pintu masuk Direktorat Reserse dan Kriminalitas tulisan-tulisan serupa juga ditemui.

Suyono, salah seorang tukang ojek yang biasa mangkal di halaman kantor gubernur menyebutkan jika tulisan itu telah ada sejak pukul 05.00 WIB. "Tulisan itu saya lihat jam 05.00 WIB subuh baru pada pukul 07.00 WIB tulisan tersebut dihapus oleh satpol PP yang bertugas," kata Suyono. Suyono mengaku tidak melihat pelaku pencoretan tersebut.

Sementara itu Kadis informasi dan Komunikasi Provinsi Bengkulu Eko Agusrianto, mengatakan, pelaku adalah orang iseng dan tidak perlu ditanggapi. "Tak usah ditanggapi biarkan Polda secara profesional menegakkan hukum tidak perlu mendengarkan banyak intervensi dari pihak lain," kata Eko.

Belakangan ini, berbagai seruan yang menginginkan Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus pembayaran honor tim penasihat RSUD M Yunus kerap muncul, baik di jejaring sosial, maupun dalam bentuk coretan dinding di fasilitas umum dan surat kaleng.

Saat dimintai tanggapan tentang masalah itu, Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah mengaku hanya berpasrah pada Tuhan. "Biarlah Allah yang menilai apa yang sebenarnya terjadi," kata Junaidi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, Gubernur Bengkulu dinilai ikut bertanggung jawab dalam Pembentukan Dewan Pembina RSMY yang beranggotakan 20 orang tahun 2011 didasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Nomor Z. 17 XXXVIII Tahun 2011 Tentang Tim Pembina Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah dr M Yunus (RSMY) yang ditandatangani Junaidi Hamsyah.

Itu bertentangan dengan Permendagri No 61 Tahun 2007 mengenai Dewan Pengawas. Berdasarkan Permendagri tersebut, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tidak mengenal tim pembina. Dalam kasus ini Polda Bengkulu telah menetapkan lima tersangka, yakni dua mantan Dirut RSUD M.Yunus, bendahara, dan beberapa pejabat lainnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
STAND UP COMEDY INDONESIA
Stand Up Ernest Prakasa: Cara Move On, Balikkin Semua Barang Mantan - SUCI 1
Stand Up Ernest Prakasa: Cara Move...
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.