Dihantam Ombak, 6 Perahu Hancur dan 2 Nelayan Hilang

Kompas.com - 27/09/2013, 13:41 WIB
Warga di sekitar laut selatan Puger, Jember, Jawa Timur, sedang melihat puing perahu yang hancur akibat dihantam ombak, Jumat (27/9/13) KOMPAS.com/ Ahmad WinarnoWarga di sekitar laut selatan Puger, Jember, Jawa Timur, sedang melihat puing perahu yang hancur akibat dihantam ombak, Jumat (27/9/13)
|
EditorKistyarini

JEMBER, KOMPAS.com - Dua nelayan hilang dan enam perahu nelayan Puger, Jember, Jawa Timur, hancur dihantam ombak di pantai selatan, Jumat (27/9/2013) dini hari tadi.

Kedua nelayan yang hilang diketahui bernama Kampek alias Sardi (40), warga Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger dan Suhadak (46), warga Dusun Gemuling, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu.

Peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari tadi, saat nelayan hendak masuk ke pelawangan, sebuah tempat keluar masuk perahu nelayan dari laut. “Saat itu kondisi ombak cukup besar bahkan mencapai ketinggian sekitar 4 meter, dan langsung menghantam perahu milik nelayan,” jelas Komandan Kapal Patroli Polisi Perairan dan Laut, Brigadir Polisi Makruf, Jumat (27/9/13).

Ia menambahkan, karena hantaman ombak yang sangat besar, akhirnya enam perahu milik nelayan tersebut hancur. “Dalam peristiwa itu, delapan orang masih bisa menyelamatkan diri dengan berenang” ujarnya.

Akibat peristiwa itu, kerugian yang dialami nelayan mencapai lebih dari Rp 200 juta. Menurut Makruf, Perubahan cuaca sudah dirasakan nelayan sejak dua hari terakhir, di mana ombak sesekali mengalami perubahan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai Gelar Dangdutan, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal dan Keluarga Jalani Tes Usap Covid-19

Usai Gelar Dangdutan, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal dan Keluarga Jalani Tes Usap Covid-19

Regional
Plt Bupati Cianjur Kecewa Ada Beras Campur Biji Plastik

Plt Bupati Cianjur Kecewa Ada Beras Campur Biji Plastik

Regional
Pegawainya Meninggal karena Covid-19, Dispendukcapil Kabupaten Semarang Hentikan Layanan Tatap Muka

Pegawainya Meninggal karena Covid-19, Dispendukcapil Kabupaten Semarang Hentikan Layanan Tatap Muka

Regional
Usai Ziarah ke Kebumen, 15 Warga Banyumas Positif Covid-19

Usai Ziarah ke Kebumen, 15 Warga Banyumas Positif Covid-19

Regional
'Tak Kuat Menahan Siksaan, Ku Iyakan Semua Tuduhan Polisi'

"Tak Kuat Menahan Siksaan, Ku Iyakan Semua Tuduhan Polisi"

Regional
Nekat Gelar Konser Dangdut, Polisi Periksa Wakil Ketua DPRD Kota Tegal

Nekat Gelar Konser Dangdut, Polisi Periksa Wakil Ketua DPRD Kota Tegal

Regional
'Kami Senang Sudah Ada Bensin yang Dijual Murah Sama Seperti di Jawa'

"Kami Senang Sudah Ada Bensin yang Dijual Murah Sama Seperti di Jawa"

Regional
Wakil Ketua DPRD Tegal Meminta Maaf, Akui Lalai Gelar Dangdutan Saat Pandemi

Wakil Ketua DPRD Tegal Meminta Maaf, Akui Lalai Gelar Dangdutan Saat Pandemi

Regional
Banyak ASN Pensiun, Wagub Babel: Hindari Cicilan Utang

Banyak ASN Pensiun, Wagub Babel: Hindari Cicilan Utang

Regional
Suami Perawat Positif Covid–19, Puskesmas Lumpue Parepare Tutup 2 Hari

Suami Perawat Positif Covid–19, Puskesmas Lumpue Parepare Tutup 2 Hari

Regional
Mayat Sekretaris yang Hamil Ditemukan di Bawah Tumpukan Pelepah Sawit

Mayat Sekretaris yang Hamil Ditemukan di Bawah Tumpukan Pelepah Sawit

Regional
Pamerkan Alat Kelamin ke Istri Orang Lewat Facebook, Seorang Oknum Kades Dilaporkan ke Polisi

Pamerkan Alat Kelamin ke Istri Orang Lewat Facebook, Seorang Oknum Kades Dilaporkan ke Polisi

Regional
Bos MeMiles Divonis Bebas

Bos MeMiles Divonis Bebas

Regional
Masjid Ini Sediakan Wifi Gratis untuk Siswa Belajar Online, Tapi Ada Syaratnya

Masjid Ini Sediakan Wifi Gratis untuk Siswa Belajar Online, Tapi Ada Syaratnya

Regional
KKB Pilih Intan Jaya Sebagai Wilayah Perang Terbuka dengan TNI-Polri, Ini Alasannya

KKB Pilih Intan Jaya Sebagai Wilayah Perang Terbuka dengan TNI-Polri, Ini Alasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X