Kompas.com - 26/09/2013, 14:17 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
TASIKMALAYA, KOMPAS.com — Kepala Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya Iwan Saputra menyatakan, dua guru di Sekolah Dasar Negeri Tambak Baya, Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, akan dipecat dari PNS, jika memang terbukti bolos kerja selama bertahun-tahun.

"Jangankan tak masuk kerja tahunan gitu, seorang PNS akan dipecat kepegawaiannya jika terbukti bolos kerja tanpa keterangan maksimal selama 65 hari," kata Iwan kepada sejumlah wartawan di kantornya, Kamis (26/9/2013).

Iwan mengaku, saat ini telah dibentuk sebuah tim investigasi dengan Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Latihan Daerah (BKPLKD) wilayah setempat untuk meminta keterangan terkait kasus kedua PNS itu.

Iwan berjanji akan memberikan sanksi terberat sampai pemecatan jika kedua oknum guru itu terbukti bolos kerja tanpa keterangan. "Kami sudah turun ke lapangan untuk mengecek kebenaran kabar adanya dua PNS guru yang bolos kerja selama tahunan. Kalau kedua oknum itu terbukti bolos, sanksi terberat adalah sampai pemecatan kepegawaiannya sebagai PNS," kata Iwan.

"Kami akan melakukan pemeriksaan bukan hanya kepada kedua guru tersebut, tetapi kepada atasan langsung, dan atasannya atasan langsung," tambah Iwan.

Selain melakukan proses terhadap adanya temuan kedua PNS mangkir kerja tahunan ini, menurut Iwan, saat ini inspektorat juga melakukan langkah preventif. Salah satunya dengan melakukan langkah sosialisasi kepada seluruh atasan di setiap instansi untuk selalu membina dan memperhatikan seluruh pegawainya.

Diberitakan sebelumnya, dua guru PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terancam dipecat karena bertahun-tahun tidak melaksanakan tugasnya sebagai guru SDN, tetapi  diketahui masih menerima gaji.

Keduanya adalah Det, warga Kampung Singkup, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, tercatat sejak Oktober 2012, mangkir dari tugasnya mengajar di SDN Tambakbaya, dan Tim, warga Dusun Nagrog, Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, yang hampir empat tahun lalu tidak mengajar di sekolah yang sama.

Selain mangkir kerja sebagai guru PNS, kedua pengajar perempuan ini pun diduga sebelumnya telah menggelapkan tabungan siswa di kelasnya masing-masing.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Regional
Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Regional
Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.