Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 24/09/2013, 13:09 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
BENGKULU, KOMPAS.com - Puluhan orang yang merupakan perwakilan warga dari enam desa di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, mendatangi Gubernur Junaidi Hamsyah. Mereka hendak meminta perlindungan terhadap ratusan hektar sawah yang diserobot PT Sarana Mandiri Mukti (PT SMM).

Keenam desa tersebut yakni, Desa Air Sempiang, Tangsi Baru, Tanjung Duren, Barat Wetan, Karang Tengah dan Tugu Rejo.

Dalam dengar pendapat yang difasilitasi oleh Asisten I Pemprov Bengkulu Sumardi, perwakilan warga menyatakan, lebih dari 100 hektar sawah yang telah lama mereka kelola secara turun temurun diambil paksa oleh pihak PT SMM.

"Perusahaan menggunakan mandor dan satpam sebagai algojo untuk menanami sawah yang telah kami kelola dengan tanaman kayu sengon. Bahkan intimidasi kekerasan kerap dihadapi oleh petani," kata perwakilan warga, Martoyo, Selasa (24/09/2013).

Martoyo yang juga dianggap sebagai sesepuh dari enam desa itu mengisahkan, mereka memiliki alas hak atas sawah tersebut, berasal dari surat jawatan keterangan Departemen Transmigrasi sejak tahun 1954.

"Kami memang tidak memiliki sertifikat tetapi memiliki alas hak dari departemen transmigrasi karena kami dahulunya adalah peserta transmigrasi artinya keberadaan kami adalah diakui negara," tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Serikat Petani Indonesia, Ady Syaputra meminta kepada Pemprov Bengkulu untuk memberikan jaminan kemanan bagi warga setempat dan menjaga stabilitas.

Sumardi dalam rapat tersebut menyatakan akan segera mengirimkan surat kepada Pemkab Kepahiang, agar aktivitas di lapangan dihentikan sementara.  Hal itu berlaku sampai tim yang dibentuk dari Pemprov turun ke lapangan dan menarik kesimpulan.

"Pemprov Bengkulu memiliki saham 37 persen di PT tersebut tetapi kenapa kami tidak tahu jika ada ratusan hektar sawah petani diserobot, ini ada yang tidak beres berarti di dalam manajemen," kata Sumardi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mendorong Pembangunan KA Tegineneng - Bakauheni

Mendorong Pembangunan KA Tegineneng - Bakauheni

Regional
Pendaftaran SMKN Jateng dan 15 SMK Semi Boarding Dibuka, Catat Tanggalnya!

Pendaftaran SMKN Jateng dan 15 SMK Semi Boarding Dibuka, Catat Tanggalnya!

Regional
Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Regional
Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Regional
Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Regional
Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Regional
Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.