Kompas.com - 11/09/2013, 16:35 WIB
|
EditorFarid Assifa
MAGELANG, KOMPAS.com - Balai Desa Candiretno, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dipadati ratusan warga, Rabu (11/9/2013). Mereka menuntut Kasi Pemerintahaan setempat, Slamet Martono untuk mundur dari jabatannya. Sebagian besar warga yang datang menggunakan sepeda motor berterik-teriak sambil mengusung poster bertulisan tuntutan dan hujatan terhadap Slamet Martono.

Tidak hanya itu, warga juga menyegel kantor bale desa dengan kayu, mencorat-coret tembok dengan cat pilok, bahkan sempat membakar kayu di teras depan kantor desa tersebut. "Kami ingin Slamet Martono dipecat, warga sudah muak dengan tindakannya yang selalu memeras warga," teriak salah satu warga, Rohkani.

Menurut koordinator aksi, Maryanto, aksi itu dipicu karena warga merasa menjadi korban kecurangan Slamet dan Kuhni. Maryanto menyebutkan, Slamet yang juga menjabat sebagai PJ Sekretaris Desa dan Kaur Pembangunan sering meminta pungutan dana tidak jelas kepada setiap warga yang hendak mengurus administrasi di balai desa.

"Misalnya saja, warga diminta uang Rp 7.000 untuk biaya pembuatan e-KTP, padahal kami tahu membuat e-KTP itu gratis. Alasan Slamet, uang itu untuk biaya materai. Belum lagi, kalau hendak mengurus administrasi pernikahan, mengurus Kartu Keluaraga (KK) atau yang lainnya, pungutannya mulai Rp 30.000 - Rp 100.000. Kalau warga tidak memberi maka proses akan dipersulit," urai Maryanto di sela aksi.

Dikatakan Maryanto, kecurangan Slamet tidak sampai di situ. Dia juga dituduh sebagai orang yang paling bertanggungjawab atas aliran dana dari pemerintah melalui program Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Darah (TKPKD) Kabupaten Magelang tahun 2006 dan 2007 senilai Rp 40 Juta. Belum lagi pemotongan bantuan pemugaran rumah warga miskin sebesar masing- masing Rp 500.000 dari 10 orang penerima.

"Besaran bantuan pemugaran rumah untuk warga miskin Rp 6 juta tapi dipotong Rp 500.000 sama dia (Slamet). Padahal belanja materialnya yang ngurus juga dia. Setiap kali warga minta pertanggungjawaban dia selalu mangkir," tandas Maryanto.

Dalam aksi tersebut, warga juga mengumpulkan tanda tangan dari setiap warga yang setuju dan mendukung agar Slamet diberhentikan. Ada sekitar 60 tanda tangan yang terkumpul dan dimungkinkan bisa bertambah karena belum semua warga menandatangani.

Untuk menghindari emosi warga yang kian memuncak, Pj Kepala Desa, Agus Fadjar sempat menghadirkan 6 Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk membicarakan masalah tuntutan warga dan membuat surat kesepakatan. Pihaknya akan memproses tuntutan warga dan meminta mereka untuk bersabar menunggu proses tersebut agar pelayanan bisa berjalan sebagaimana mestinya.

"Kami sudah membaca isi dari tuntutan warga. Semua data yang disampaikan akan kami proses secepatnya, dan kami harap warga bisa bersabar karena masalah ini tidak bisa selesai hanya dengan semudah membalikkan telapak tangan," kata Agus Fadjar.

Selama aksi, aparat dari Polsek Secang dan Polres Magelang tampak berjaga-jaga di sekitar lokasi. Sementara itu dari informasi yang diperoleh, Slamet Martono saat itu diamankan di kantor Polsek Secang untuk menghindari kemungkinan aksi main hakim sendiri oleh massa.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X