Sidang Kasus Pembunuhan Ricuh, Polisi Lepaskan Gas Air Mata

Kompas.com - 09/09/2013, 19:03 WIB
|
EditorFarid Assifa
MAKASSAR, KOMPAS.com - Sidang kasus pembunuhan ayah dan anak dengan terdakwa seorang mahasiswa, Andi Maruf (25) di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Senin (9/9/2013) sore, berakhir ricuh. Keluarga almarhum Hamzah dan Syarifuddin terus mengamuk, membuat polisi terpaksa melepaskan gas air mata untuk membubarkan mereka.

Pantauan Kompas.com di PN Makassar, kericuhan berawal ketika sidang beragendakan pembacaan pembelaan terdakwa baru akan dimulai, tiba-tiba keluarga bersama rekan korban yang memadati ruang utama sidang itu emosi dan mengamuk serta memprotes tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum terhadap terdakwa 18 tahun penjara.

Tidak terima terdakwa terus mendapat cacian maki dari keluarga korban, seorang rekan terdakwa sesama mahasiswa langsung menyerang salah satu keluarga korban. Baku pukul di dalam ruang sidang pun tak terelakan.

Suasana tambah memanas ketika polisi berpakaian preman mengamankan salah satu keluarga korban yang mengamuk hingga keluar dari ruang sidang. Keluarga korban yang tidak terima diperlakukan seperti itu, bahkan nyaris memukul anggota polisi itu. Untungnya, sejumlah anggota polisi berpakaian seragam langsung melerai keluarga korban.

Tidak sampai di situ, keluarga korban yang masih emosi terus mengejar rekan terdakwa beserta keluarganya. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran di sekitar gedung PN Makassar. Polisi kemudian bertindak membubarkan kericuhan tersebut.

Setelah merasa kondusif, sejumlah mahasiswa dan keluarga terdakwa keluar dari sebuah ruang tempat mereka bersembunyi. Tiba-tiba mereka dilempar batu oleh salah salah seorang keluarga korban.

Untuk mencegah kericuhan meluas, polisi terpaksa membubarkan paksa keluarga maupun rekan korban yang pada umumnya masih duduk di bangku SMP dan SMU itu dengan tembakan gas air mata.

Andi Maruf, mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Makassar, menjadi terdakwa pembunuhan Hamzah dan Syarifuddin yang merupakan anak dan bapak di rumah korban di Jalan Batua Raya, Makassar pada 6 Maret 2013 lalu. Maruf didakwa Pasal 338 jo 65 KUHPidana dan Pasal 351 Ayat 3 tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal secara berlanjut.

Peristiwa pembunuhan ini berawal saat Hamzah, anak Syarifuddin, terlibat perkelahian dengan Andi Maruf di halaman rumah Hamzah. Syarifuddin yang saat itu mengetahui anaknya telah tertikam, bermaksud untuk melerai perkelahian. Namun, tersangka Andi Maruf yang telah membabi buta justru menikam Syarifuddin. Kedua korban tewas setelah sempat dilarikan di Rumah Sakit Ibnu Sina.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Salah Tembak, 2 Petani di Poso Tewas Saat Panen Kopi, Ini Penjelasan Polisi

Diduga Salah Tembak, 2 Petani di Poso Tewas Saat Panen Kopi, Ini Penjelasan Polisi

Regional
50.000 Ribu Butir Obat Batuk Disalahgunakan untuk Mabuk

50.000 Ribu Butir Obat Batuk Disalahgunakan untuk Mabuk

Regional
Ibu Hamil 9 Bulan yang Ditinggal dan Bergantung Tetangga: 'Tolong Jangan Cari Suami Saya'

Ibu Hamil 9 Bulan yang Ditinggal dan Bergantung Tetangga: "Tolong Jangan Cari Suami Saya"

Regional
Ingin Awet Muda dan Cepat Kaya, Oknum Karyawan Tambang Nekat Curi Celana Dalam, Ini Ceritanya

Ingin Awet Muda dan Cepat Kaya, Oknum Karyawan Tambang Nekat Curi Celana Dalam, Ini Ceritanya

Regional
Saat Polisi Kaget Dipergoki Rekan Seprofesinya, Ketahuan Isap Sabu-sabu

Saat Polisi Kaget Dipergoki Rekan Seprofesinya, Ketahuan Isap Sabu-sabu

Regional
Kadis Pariwisata NTB: Konsep New Normal, Hotel Harus Siapkan Klinik

Kadis Pariwisata NTB: Konsep New Normal, Hotel Harus Siapkan Klinik

Regional
Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan, Pelaku Diduga Masuk dari Jendela

Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan, Pelaku Diduga Masuk dari Jendela

Regional
Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Positif Covid-19 dari Rumah Sakit di Surabaya

Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Positif Covid-19 dari Rumah Sakit di Surabaya

Regional
Pasien Covid-19 Tertua dan Bocah 3 Tahun di Sorong Dinyatakan Sembuh

Pasien Covid-19 Tertua dan Bocah 3 Tahun di Sorong Dinyatakan Sembuh

Regional
Penularan Covid-19 Disoroti Presiden Jokowi, Pemprov Kalsel: Kasus Turun di Akhir Juli

Penularan Covid-19 Disoroti Presiden Jokowi, Pemprov Kalsel: Kasus Turun di Akhir Juli

Regional
Berpacaran dengan Orang yang Sama, 3 Oknum TNI Aniaya Pelajar SMA di Depan Rumah si Gadis

Berpacaran dengan Orang yang Sama, 3 Oknum TNI Aniaya Pelajar SMA di Depan Rumah si Gadis

Regional
519 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh Dalam 5 Hari, Ini Rahasia Risma

519 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh Dalam 5 Hari, Ini Rahasia Risma

Regional
Viral, Nenek 67 Tahun di Minahasa Menolak BLT, Alasannya Bikin Terharu

Viral, Nenek 67 Tahun di Minahasa Menolak BLT, Alasannya Bikin Terharu

Regional
Filosofi dan Janji Ridwan Kamil Soal Pandemi di Balik Sebuah Rompi..

Filosofi dan Janji Ridwan Kamil Soal Pandemi di Balik Sebuah Rompi..

Regional
Dalam Waktu 3 Hari, 2 Jenazah PDP di Makassar Diambil Paksa Keluarga, Ini Fakta Lengkapnya

Dalam Waktu 3 Hari, 2 Jenazah PDP di Makassar Diambil Paksa Keluarga, Ini Fakta Lengkapnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X