Kompas.com - 04/09/2013, 22:54 WIB
EditorFarid Assifa

LAMONGAN, KOMPAS.com - Anggota Polres Lamongan, Bripka Tomy Irwanto (33), diduga melakukan penipuan terhadap warga yang ingin membuat surat izin mengemudi (SIM).

Alhasil, Tomy dilaporkan perwakilan pemohon SIM, Parnoto (41), warga Desa Patihan, Kecamatan Babat ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Selasa (3/9/2013) malam.

Tomy dilaporkan menipu dan menggelapkan uang Rp 4,4 juta milik sepuluh pemohon SIM yang diterimakan kepada terlapor di Pasar Agrobis Semando Babat, 13 Agustus 2013 lalu.

Menurut Parnoto, saat hendak mengantarkan temannya mengurus SIM ke Polres, Selasa (13/8/2013), dirinya kebetulan melihat Bripka Tomy Irwanto di depan Masjid Al-Busro, kompleks Mapolres juga sedang menerima pemohon SIM lainnya.

Intinya, Tomy sanggup menguruskan SIM asal membayar Rp 400 ribu per pemohon. Parnoto sempat berkomunikasi dengan Tomy. Dan kemudian mengabarkan kepada teman-teman di desanya kalau ada seorang anggota polisi yang sanggup menguruskan SIM.

Hari itu juga, korban sepakat bertemu di Pasar Agrobis Semando Babat dan uang Rp 4,4 juta dan KTP dari sepuluh pemohon diterimakan kepada terlapor. Tomy pun menyanggupi pengurusan SIM, dan para korban dijanjikan tinggal datang ke Polres untuk foto.

Sesuai dengan janjinya, ternyata Tomy tidak juga merealisasikan SIM sesuai yang diajukan para pemohon. Bahkan hingga tiga kali terlapor menguhubungi para korban dan mengabarkan tinggal foto saja.

"Tiga kali SMS diminta foto tapi tiga kali itu juga dibatalkan dengan berbagai alasan," ungkap Parnoto di SPKT.

Menurut Parnoto, Tomy selalu saja punya alasan sehingga kemudian pelapor mengecek ke bagian urusan SIM, ternyata tidak ada satupun nama dan data dari sepuluh pemohon SIM yang masuk.

Kepastian penjelasan dari bagian SIM itulah yang membuat pelapor nekat melaporkan anggota Polri ini ke kesatuannya di Mapolres Lamongan tempat Tomy bertugas.

Wakapolres Lamongan Komisaris Yudhistira Midyahwan menyatakan, pihaknya baru mendengar ada anak buahnya yang sedang diperkarakan pemohon SIM.

"Kalau salah secara internal akan ditindak dan melakukan tindak kriminal akan disidang peradilan umum," tegas Yudhistira.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Regional
Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Regional
Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.