Bawaslu Klarifikasi Dugaan Politik Uang oleh Pasangan Karsa

Kompas.com - 03/09/2013, 15:37 WIB
|
EditorFarid Assifa
SURABAYA, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur, Selasa (3/9/2013) melakukan klarifikasi atas laporan tim pasangan Khofifah Indar Parawansah-Herman Suryadi Sumawiredja yang menuduh tim Soekarwo-Saifullah Yusuf melakukan politik uang saat masa kampanye pilgub Jatim, bulan lalu. Masing-masing tim sukses, siang ini dipanggil secara terpisah.

Tim Soekarwo-Saifullah Yusuf diwakili oleh ketua bidang hukum dan advokasi, Hadi Pranoto, sementara tim pasangan Khofifah Indar Parawansah-Herman Suryadi Sumawiredja diwakili Bendahara Keluarga Relawan, Didik Nur Wasis.

Aksi politik uang itu, kata Didik, dilakukan oleh seseorang yang memakai atribut pasangan Karsa kepada 15 tukang becak di daerah Kabupaten Tulungagung pada 19 Agustus lalu. Nilai uang yang dibagikan masing-masing sebesar Rp 20.000.

''Saat melapor pada 29 Agustus lalu, kami sudah serahkan bukti rekaman video dan foto kepada Bawaslu, sekarang diklarifikasi,'' terangnya kepada wartawan.

Sementara menurut Hadi Pranoto, pihaknya sama sekali tidak mengintruksikan kepada semua anggota tim untuk membagi-bagikan uang. ''Kita sejak awal sudah berkomitmen untuk tidak memakai politik uang, karena kami paham itu mencederai demokrasi,'' kata Hadi.

Ketua Bawaslu Jatim, Sufyanto, mengatakan setelah meminta klarifikasi dari kedua tim sukses, Bawaslu Jatim akan meminta pandangan dari Panwaslu kabupaten setempat, tujuannya untuk melengkapi fakta yang dilaporkan.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X