Cuaca Buruk, Premium di Masalembu Rp 20.000 Per Liter

Kompas.com - 02/09/2013, 11:52 WIB
Drum berisi solar dan premium belum terangkut di pelabuhan Kalianget karena cuaca ekstrem. KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANDrum berisi solar dan premium belum terangkut di pelabuhan Kalianget karena cuaca ekstrem.
|
EditorKistyarini

SUMENEP, KOMPAS.com - Sepuluh hari cuaca ekstrem yang terjadi di perairan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memacu lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar.

Hal itu disebabkan pasokan premium dan solar ke pulau terluar di Kabupaten Sumenep itu tidak dikirim. Tidak ada kapal yang berani berlayar untuk mengangkut premium dan solar ke Masalembu dan kepulauan kecil di sekitar Masalembu.

Syamsul Arifin, pemilik pangkalan premium di Desa Sukajeruk, Kecamatan Masalembu mengatakan, sudah tiga hari yang lalu premium dan solar habis. Banyak kendaraan roda dua dan empat tidak beroperasi. Yang bisa beroperasi hanya yang memiliki sisa solar ataupun premiun, yang dibeli beberapa hari sebelumnya.

"Kalau hari-hari biasanya harga premium per liter Rp. 8.500, kalau solar Rp. 7.500. Sudah empat hari di sini tidak ada solar dan premium," kata Syamsul, yang dihubungi Kompas.com, Senin (2/9/2013).

Selain kendaraan roda dua dan roda empat yang tidak beroperasi, perahu nelayan juga tidak berlayar. Begitu juga dengan mesin diesel milik warga yang dimanfaatkan untuk penerangan listrik di malam hari. Bahkan sudah empat malam Pulau Masalembu dan sekitarnya gelap gulita. Warga menggunakan Penerangan yang digunakan warga menggunakan lampu minyak kelapa.

"Kami belum dapat kabar kapan BBM akan dikirim dari Sumenep atau dari Surabaya. Sebab aktivitas warga di sini banyak yang terhenti karena tidak adanya BBM," imbuh Syamsul.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di Pelabuhan Kalianget, puluhan drum berisi solar dan premium masih dibiarkan di daratan dan belum dinaikkan ke atas kapal.

Sebelumnya sudah ada satu kapal Perintis Sabuk Nusantara 27 berlayar ke Masalembu, Sabtu (31/8/2013) kemarin. Namun kapal ini memprioritaskan penumpang yang membeludak dan sembako yang belum terkirim.

Informasi dari Syahbandar Kalianget, Sumenep, pengangkutan BBM dan kebutuhan sembako lainnya ke beberapa kepulauan akan dimulai Selasa besok. Termasuk juga ke Pulau Masalembu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota DPRD Dibacok gara-gara Knalpot Bising Adiknya, Ini Kronologinya

Anggota DPRD Dibacok gara-gara Knalpot Bising Adiknya, Ini Kronologinya

Regional
Geger, Bayi Baru Lahir di Palembang Ditemukan di Tempat Sampah

Geger, Bayi Baru Lahir di Palembang Ditemukan di Tempat Sampah

Regional
Jalan Tol Trans Lampung Ditemukan Banyak Lubang dan Bergelombang

Jalan Tol Trans Lampung Ditemukan Banyak Lubang dan Bergelombang

Regional
Eks TKI Alami Gangguan Jiwa, Hidup dengan 4 Anaknya yang Kurang Gizi, Popok Sampai Berulat

Eks TKI Alami Gangguan Jiwa, Hidup dengan 4 Anaknya yang Kurang Gizi, Popok Sampai Berulat

Regional
Perahu Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang, Banten, 3 Orang Tewas

Perahu Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang, Banten, 3 Orang Tewas

Regional
Oknum Polisi yang Todongkan Pistol ke Pengunjung Saat Ribut di Warung Tuak Diperiksa Propam

Oknum Polisi yang Todongkan Pistol ke Pengunjung Saat Ribut di Warung Tuak Diperiksa Propam

Regional
Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Kapolda: Kita Harap Hakim Beri Hukuman Layak ke Pengkhianat Bangsa Ini

Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Kapolda: Kita Harap Hakim Beri Hukuman Layak ke Pengkhianat Bangsa Ini

Regional
'Fun Bike' Diwarnai Joget, Ada Peserta Tak Bermasker, Polisi: Acara Tak Berizin, Kami Minta Bubarkan Diri

"Fun Bike" Diwarnai Joget, Ada Peserta Tak Bermasker, Polisi: Acara Tak Berizin, Kami Minta Bubarkan Diri

Regional
Adu Jotos di Warung Tuak, Polisi Todongkan Pistol ke Pengunjung, Ini Kronologinya

Adu Jotos di Warung Tuak, Polisi Todongkan Pistol ke Pengunjung, Ini Kronologinya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Oktober 2020

Regional
Kronologi 2 Satpam Divonis Bersalah atas Kasus Pembunuhan, Gegara Membela Diri Saat Diserang dengan Sajam

Kronologi 2 Satpam Divonis Bersalah atas Kasus Pembunuhan, Gegara Membela Diri Saat Diserang dengan Sajam

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Oktober 2020

Regional
Terlibat Perjudian, Oknum Kades di Grobogan Terancam 10 Tahun Penjara

Terlibat Perjudian, Oknum Kades di Grobogan Terancam 10 Tahun Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X