Kompas.com - 31/08/2013, 14:44 WIB
Para pedagang di pasar Mardika yang sedang menjajakan dagangannya, di pasar ini, kacang hijau mulai sulit ditemukan warga. Kompas.com/ Rahman PattyPara pedagang di pasar Mardika yang sedang menjajakan dagangannya, di pasar ini, kacang hijau mulai sulit ditemukan warga.
|
EditorCaroline Damanik

AMBON,KOMPAS.com
- Setelah sebelumnya sempat langkah di pasar, harga kacang hijau di sejumlah pasar tradisional di Ambon terus merangkak naik. Berdasarkan, pantauan Kompas.com di kawasan Pasar Mardika, Sabtu (28/8/2013), para pedagang menjual kacang hijau dengan harga bervariasi, mulai Rp 20 ribu hingga Rp 24 ribu per kilogramnya.

Salah seorang pedagang di pasar tersebut, La Iwan mengaku, rata-rata pedagang di kawasan tersebut menjual kacang hijau dengan harga diatas 20 ribu per kilogram. Iwan sendiri menjual dengan harga Rp 24 ribu per kilogram.

Dia mengaku, sebelumnya, kacang hijau dijual pedagang dengan harga Rp 13 ribu per kilo. Namun, setelah pemerintah menaikkan harga BBM beberapa waktu lalu, harga kacang hijau terus merangkak naik hingga saat ini.

“Dari harga Rp 13 ribu, naik ke Rp 15 ribu kemudian naik lagi saat menjelang lebaran hingga Rp 19 ribu dan saat ini mencapai 24 ribu,” ungkapnya.

Pedagang lainnya di pasar tradisional Batu Merah, Suriani mengatakan harga kacang hijau mengalami kenaikan lantaran sejumlah agen masih memberikan harga yang tinggi bagi para pedagang. Selain itu, kacang hijau yang dijual di Ambon, umumnya didatangkan dari Pulau Jawa sehingga membebani biaya transportasi.

“Kita hanya dapat untuk sedikit, agen masih menjual dengan harga yang tinggi. Lagipula kacang hijau ini kan didatngkan dari Jawa makanya butuh ongkos transportasi dan sebagainya,”katanya.

Sejumlah warga yang ditemui mengaku resah dengan tingginya harga kacang hijau ini. Menurut warga, seharusnya pedagang tidak seenaknya menaikan harga, apalagi sampai tak terjangkau masyarakat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

”Saya kesal saja, mestinya pedagang jangan hanya mencari untung tapi juga pikirkan kita masyarakat,” ujar Ros Ruspana, salah seorang warga.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.