Kompas.com - 29/08/2013, 17:15 WIB
Salah satu TPS 01 di Desa Kuwolu, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, terlihat sepi. Masyarakat mengaku malas datang ke TPS karena tak mengenal para pasangan calon. Kamis (29/8/2013). KOMPAS.com/Yatimul AinunSalah satu TPS 01 di Desa Kuwolu, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, terlihat sepi. Masyarakat mengaku malas datang ke TPS karena tak mengenal para pasangan calon. Kamis (29/8/2013).
|
EditorKistyarini

MALANG, KOMPAS.com - Sekitar 40 persen warga Kabupaten Malang, tidak menggunakan hak pilih alias golput atau tidak hadir ke tempat pemungutan suara (TPS) dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur yang berlangsung pada Kamis (29/8/2013).

"Tingkat kehadiran kurang lebih 55 persen hingga 70 persen. Itu kami hitung rata-ratanya. Sementara yang tidak hadir, diperkirakan kurang lebih 40 hingga 45 persen," jelas Totok Haryono, anggota KPU Kabupaten Malang, saat ditemui Kompas.com, di kantor KPU, Kamis (29/8/2013).

Menurut Totok, sejak awal, KPU Kabupaten Malang, sudah cukup maksimal melakukan sosialisasi. "Melihat ketidakhadiran itu, bisa saja golput. Bisa saja karena faktor lain tak bisa hadir ke TPS. Yang jelas ketidakhadirannya cukup tinggi," katanya.

Persentase ketidakhadiran itu kata Totok, adalah hasil pantauan seluruh anggota KPU Kabupaten Malang. "Itu pantauan sementara dari seluruh anggota KPU Kabupaten Malang," ujarnya.

Jika dibandingkan dengan pilgub sebelumnya, kondisi ini tidak berbeda jauh. "Ketidakhadiran hampir sama dengan Pilgub sebelumnya. Dari 30 hingga 40 persen yang tidak hadir," akunya.

Lebih lanjut Totok mengaku, faktor utama ketidakhadiran warga ke TPS, bisa dikarenakan jenuh, malas dan karena tidak punya ikatan emosional kepada masing-masing calon. "Beda dengan pemilihan legislatif dan pilkada kota atau kabupaten," katanya.

Ketika ditanya apakah partai pengusung calon kurang maksimal dalam melakukan sosialisasi, Totok mengatakan hal itu sebagai salah satu faktor. "Bisa juga partai sosialisasinya kurang efektif. Namun, jika dibanding di Amerika, hanya maksimal 50 persen tingkat kehadiran," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT) Kabupaten Malang, terdapat 1.965.483 orang yang memiliki hak pilih.  "Itu DPT yang ada di Kabupaten Malang. Tapi menurut saya sudah luar biasa tingkat kehadiran warga ke TPS," kata Totok.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.