Kompas.com - 27/08/2013, 16:15 WIB
Pekerja memperlihatkan kedelai impor di toko Sinar Kedele di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (2/3/2013). Harga Kedelai yang fluktuatif membuat pemerintah memutuskan untuk memberikan tambahan tugas kepada Perum Bulog untuk menstabilkan harga. Harga kedelai dipasaran berkisar dari Rp. 7.300 hingga Rp. 7.600 per kilogram.

KOMPAS/PRIYOMBODOPekerja memperlihatkan kedelai impor di toko Sinar Kedele di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (2/3/2013). Harga Kedelai yang fluktuatif membuat pemerintah memutuskan untuk memberikan tambahan tugas kepada Perum Bulog untuk menstabilkan harga. Harga kedelai dipasaran berkisar dari Rp. 7.300 hingga Rp. 7.600 per kilogram.
|
EditorFarid Assifa

MALANG, KOMPAS.com - Mengantisipasi melambungnya harga kedelai impor, Bulog Jawa Timur akan mengoptimalkan kedelai lokal yang ada di beberapa daerah di Jawa Timur seperti di Banyuwangi, Jember, dan Sampang.

Wakil Kepala Bulog Divre Jawa Timur Fasika Khaerul Zaman mengatakan, dasar pengelolaan kedelai oleh Bulog berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 26 tahun 2012 tentang tata pengelolaan kedelai yang mengatur soal pengelolaan kedelai lokal dan impor.

"Soal melambungnya harga kedelai, kami memang menunggu instruksi pusat. Tetapi, untuk penyerapan kedelai lokal, akan dimaksimalkan," tegasnya ditemui seusai menghadiri rapat koordinasi tata kelola beras raskin di gudang Bulog Kebonagung Malang, Selasa (27/8/2013).

Penyerapan kedelai lokal, menurut Fasika, sangat penting dilakukan mengingat konsumsi kedelai sebagai bahan baku tempe di wilayah Jatim cukup besar. "Untuk target penyerapan memang tidak ada, kebutuhannya berapa saya juga tidak tahu persis angkanya," akunya.

Hingga saat ini, tambahnya, kedelai lokal yang telah diserap di kawasan Banyuwangi sebanyak 500 kilogram. Hal itu adalah hasil dari panen pertama. "Panen kedua pada Oktober mendatang, dan kita akan beli dari mereka," katanya.

Untuk penyerapan kedelai lokal, kata Fasika, masih cukup sedikit. Alasannya, banyak perajin yang langsung membeli kedelai dari petani. "Ke depannya, Bulog Jatim berharap bisa menyerap 2 ribu ton dari total produksi kedelai di beberapa wilayah di Jatim," katanya.

Sementara itu, Kepala Bulog Subdivre Malang Nina Afrisanti menambahkan, pihaknya juga berharap mampu menyerap 120 ton kedelai lokal di wilayah kerjanya, yakni Malang Raya, Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan. "Dalam waktu dekat, kami akan melakukan survei dulu ke wilayah yang punya produksi kedelai lokal. Sejauh ini, baru kami temukan di Pasuruan. Di Malang masih kami cari," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X