Kompas.com - 22/08/2013, 15:18 WIB
Puluhan orang dari Laskar Anti Korupsi berunjukrasa di kantor Kejaksaan Tinggi Sultra. Mereka mendesak kejaksaan untuk memeriksa wakil bupati Konawe Utara, karena diduga menggelapkan dana pembangunan pesantren KOMPAS.com/ Kiki Andi PatiPuluhan orang dari Laskar Anti Korupsi berunjukrasa di kantor Kejaksaan Tinggi Sultra. Mereka mendesak kejaksaan untuk memeriksa wakil bupati Konawe Utara, karena diduga menggelapkan dana pembangunan pesantren
|
EditorFarid Assifa

KENDARI, KOMPAS.com
 — Diduga terlibat kasus korupsi pembangunan Pesantren Hasmuddin Hamsanwandi Nahdlatul Wathan, Wakil Bupati (Wabup) Konawe Utara Ir Ruksamin didemo puluhan aktivis dari Laskar Anti-Korupsi (Lantik), Kamis (22/8/2013). Ke-60 aktivis tersebut mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra), mendesak kejaksaan segera memeriksa Ruksamin.

“Wakil Bupati Konawe Utara harus diperiksa karena telah melakukan tindak pidana korupsi sebesar Rp 200 juta, untuk pembangunan pasantren Hasmuddin Hamsanwandi Nahdlatul Wathan di Desa Tetewatu, Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara,” teriak Muhamad Osmar Langgodi, koordinator aksi di depan kantor Kejati Sultra.

Menurutnya, kasus dugaan korupsi bermula dari usulan pengadaan pembangunan pasantren Hasmuddin Hamsanwandi Nahdlatul Wathan di Desa Tetewatu Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara, melalui belanja bantuan organisasi profesi 2009 silam.

“Uangnya sudah diambil melalui bendahara pos bantuan bernama Abu Natsir, namun pembangunan pesantrennya belum ada sampai sekarang. Jadi pembangunan pasantren itu fiktif karena sampai saat ini belum ada bangunan fisiknya,” ungkap Osmar.

“Kami berharap agar pihak Kejati Sultra segera memanggil pihak-pihak terkait dalam kasus dugaan korupsi ini, dan segera menetapkan Ruksamin dan Suratman Hafids yang diduga melakukan penggelapan dana pembangunan pesantren yang dimaksud,” terangnya.

Sementara itu, juru bicara Kejaksaan Tinggi Sultra, Baharuddin SH MH, yang menerima para pengunjuk rasa menyatakan akan mempelajari tuntutan massa dari Laskar Sultra.

“Laporannya kita pelajari dulu dan akan melakukan tindakan dengan memproses secara hukum, jika ada oknum yang terbukti melakukan dugaan korupsi penggelapan dana pembangunan pesantren tersebut,” terangnya di hadapan pendemo.

Puluhan orang dari Laskar Anti-Korupsi kemudian membubarkan diri dengan tertib dan berjanji akan kembali mendatangi kantor Kejati Sultra, bila tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti. Aksi ini mendapat penjagaan petugas Kepolisian Kendari.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Regional
Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.