Kompas.com - 06/08/2013, 20:52 WIB
Area Pelabuhan Yos Sudarso Ambon terlihat masih tertutup lumpur, Rabu (31/7/2013) KOMPAS.COM/RAHMAN PATTYArea Pelabuhan Yos Sudarso Ambon terlihat masih tertutup lumpur, Rabu (31/7/2013)
|
EditorGlori K. Wadrianto
AMBON, KOMPAS.com — Kurang lebih sebulan sudah warga di Ambon tidak pernah lagi melihat matahari bersinar di atas langit Ambon. Terhitung sejak menjelang bulan Ramadhan hingga Selasa (6/8/2013), atau terhitung sebulan terakhir ini, matahari tak pernah lagi menampakkan diri.

Selama sebulan itu, wilayah Kota Ambon dan sekitarnya selalu diguyur hujan. Kondisi ini membuat langit di Kota Ambon tampak gelap setiap hari. Warga di Ambon pun hanya bisa melihat langit yang mendung dan berawan tebal dan selalu menikmati hujan.

Menurut ramalan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Ambon, hujan masih berpotensi terjadi di Kota Ambon hingga September mendatang dengan intensitas ringan hingga tinggi.

Selain hujan, BMKG juga telah beberapa kali memperingatkan adanya cuaca buruk dan tinggi gelombang yang mencapai tiga hingga lima meter di sejumlah perairan di Maluku hingga akhir Agustus nanti.

Hujan yang terus mengguyur Kota Ambon sejak sebulan terakhir ini membuat aktivitas warga di Ambon mengalami gangguan. Pantauan Kompas.com sejak beberapa terakhir ini, warga bahkan selalu menggunakan jas hujan saat beraktivitas dan berada di jalanan.

Akibat cuaca buruk dan hujan yang terus-menerus mengguyur Kota Ambon, Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy pun meminta agar warga kota, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan lereng–lereng gunung, agar terus mewaspadai cuaca buruk yang masih terjadi.

"Saya mengimbau mengingat cuaca buruk disertai hujan masih terus terjadi di Kota Ambon, kepada warga khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan lereng gunung agar lebih waspada dan bila perlu mengungsi ke tempat yang aman," ujar Richard.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hujan yang terus mengguyur Kota Ambon juga sempat dikeluhkan ibu–ibu rumah tangga. Menurut mereka, akibat hujan yang turun terus-menerus, mereka kesulitan menjemur pakaian cucian.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.