Kompas.com - 01/08/2013, 19:59 WIB
Ilustrasi: Narkoba
HANDININGIlustrasi: Narkoba
|
EditorFarid Assifa

MAKASSAR, KOMPAS.com
 — Randy Ramadani Rahmat (30), warga Jalan Adiyaksa Blok A, tertangkap tangan membawa narkoba dan senjata tajam oleh anggota Satuan Intelkam Kepolisian Resor Kota Besar Makassar dalam Inspeksi Kanal di Jalan Kerung-kerung, Lr Selayar, Kelurahan Maradekaya, Kecamatan Makassar, Kamis (1/8/2013).

Hanya saja, Satuan Narkoba menolak penyerahan tersangka lantaran tidak dilengkapi surat penangkapan dan penggeledahan. Menurut informasi yang diperoleh dari Kesatuan Intelkam Polrestabes Makassar, Randy ditangkap saat anggota Intelkam sedang melakukan patroli di wilayah tersebut untuk mengantisipasi aksi geng motor, balap liar, perang kelompok, dan kejahatan lainnya.

Di depan lorong Selayar, ada sekelompok pemuda nongkrong dan menundukkan kepalanya. Anggota pun lalu langsung memeriksa dan menemukan satu paket narkoba jenis sabu di tas milik Randi.

"Selain satu paket sabu, kami juga menemukan sebilah senjata tajam jenis badik, 1 buah alat isap sabu (bong), 4 buah korek gas, 3 buah pirex, 1 handphone Nokia, uang tunai Rp 244.000, 1 butir obat jenis alprazolam 1mg (obat penenang), 3 sumbu korek atau kompor, 3 sendok sabu, 1 buah jarum suntik, 1 alat pembersih pirex, 1 butir obat jenis buprenorphine dan naloxone," beber Kepala Unit Operasional Intelkam Ajun Komisaris (AKP) Surahman.

Lanjut Surahman, Randi beserta barang bukti lalu diserahkan ke Satuan Narkoba Polrestabes Makassar. Hanya saja, petugas piket Satuan Narkoba menolak penyerahan tersangka dan barang bukti narkoba dengan alasan tidak dilengkapi surat perintah penyelidikan (sprindik) penggeledahan dan penangkapan.

"Piket Sat Narkoba menolak penyerahan tersangka Randi karena meminta sprin (sprindik) penggeledahan dan sprin penangkapan sehingga tersangka diserahkan ke piket Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) karena tersangka juga membawa badik. Untuk barang bukti narkoba, masih kami simpan di piket Intelkam Polrestabes Makassar," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel Komisaris Besar Richard M Nainggolan yang dikonfirmasi terpisah mengaku, penolakan penyerahan tersangka sudah menyalahi aturan. Satuan Narkoba harus menerima tersangka dan barang bukti narkoba guna proses penyelidikan.

"Kalau tertangkap tangan, tidak mesti ada surat-suratan. Jangankan polisi, masyarakat pun bisa mengamankan orang yang memakai dan mengedarkan narkoba, lalu menyerahkannya ke polisi. Itu aturan sudah jelas dalam undang-undang. Malah salah kalau mendiamkan atau melakukan pembiaran peredaran narkoba," kata Richard.

Dengan adanya penolakan tersangka, Richard berjanji akan melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

"Kebetulan ada Direktur Narkoba dan Paminal, kami akan menyelidikinya. Apalagi, banyak kasus yang membelit Satuan Narkoba Polrestabes Makassar, di mana sebelumnya melepaskan lima tersangka yang juga ditangkap oleh Satuan Intelkam," tandasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X