Kompas.com - 31/07/2013, 11:11 WIB
SHUTTERSTOCK
|
EditorFarid Assifa

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com — Muhammad Thalib Tahir (40), warga Polewali Mandar, Sulawesi Barat dilaporkan tewas tertimpa pohon besar saat bekerja di sebuah perusahaan kayu Amerika Serikat di Guyana, Amerika Selatan, Senin (29/7/2013) lalu.

Kabar kematian korban baru diterima pihak keluarga Selasa malam (30/7/2013) dari Jafar, salah seorang rekan korban yang juga warga Polewali Mandar dan sama-sama bekerja sebagai buruh di perusahaan kayu tersebut. Namun, pihak keluarga belum mendapatkan kabar resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Amerika Serikat.

Salah satu kerabat Muhammad Thalib, Syamsul, menjelaskan, Muhammad Thalib meninggalkan Tanah Air menuju Guyana, Amerika Selatan, sejak lebih dari setahun lalu. Thalib bekerja sebagai operator gergaji mesin (chainsaw) di salah satu perusahan kayu ternama milik Amerika Serikat di Guyana, Amerika Selatan. Jasad korban Thalib hingga hari ini masih berada di sebuah rumah sakit di Amerika Serikat untuk menjalani otopsi sebelum jenazahnya dikembalikan ke Tanah Air sesuai permintaan pihak keluarga.

Menurutnya, sesuai informasi dari Jafar, Thalib tertimpa pohon besar saat tengah menebang sebuah pohon di tempat kerjanya, Guyana. Karena jarak dari Guyana ke rumah sakit di Amerika Serikat jauh, proses pemindahan jenazah Thalib memakan waktu satu hari perjalanan.

Thalib meninggalkan seorang istri dan empat anak. Korban rencananya baru akan pulang ke Tanah Air pada 2014 mendatang setelah masa kontraknya dengan salah satu perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) yang memberangkatkannya ke Amerika Serikat selesai. Korban baru menjalani masa kontrak selama 15 bulan sebelum akhirnya tertimpa musibah hingga dilaporkan meninggal dunia.

Syamsul berharap jenazah kerabatnya bisa dipulangkan pihak PJTKI dan KBRI ke Tanah Air untuk dikebumikan pihak keluraga. Syamsul berharap Thalib sebagai TKI resmi di AS ini bisa mendapatkan keseluruhan hak-haknya sebagai TKI, termasuk hak asuransi jiwa untuk keluarga korban yang ditinggalkan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

Regional
Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Regional
Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Regional
Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Regional
Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.