Kompas.com - 29/07/2013, 11:41 WIB
Petugas dari Kepolisian Resor Sumedang memasang marka jalan di seputar Jalan Mayor Abdurahman, Sumedang, Jawa Barat, Senin (29/7/2013). Pemasangan ini untuk memberikan tanda batas jalan karena daerah ini merupakan kawasan padat saat arus mudik berlangsung. KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA Petugas dari Kepolisian Resor Sumedang memasang marka jalan di seputar Jalan Mayor Abdurahman, Sumedang, Jawa Barat, Senin (29/7/2013). Pemasangan ini untuk memberikan tanda batas jalan karena daerah ini merupakan kawasan padat saat arus mudik berlangsung.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

SUMEDANG, KOMPAS.com - Kekurangan personel untuk menjaga arus mudik Lebaran tak membuat aparat kepolisian Satuan Lalu Lintas Wilayah Sumedang kehilangan akal. Mereka pun dibantu oleh keberadaan 400 Tolo-tolo. Tunggu, apa itu?

Kepala Unit Patroli dan Pengawalan Polres Sume dang, Inspektur Dua Suntoro mengatakan,Tolo-tolo adalah sejenis trafic coone yang membantu kanalisasi jalan atau pembatas jalan portabel. Tolo-tolo biasa digunakan pada pertemuan arus.

"Biar antrean kendaraannya tertib di setiap pertemuan arus atau pembatas untuk memisahkan jalan yang berlawanan, kita pakai itu. Anggota kita kan terbatas," ujarnya saat ditemui Kompas.com di sela-sela kerjanya Senin (29/7/2013) siang.

Berbeda dengan trafic coone yang dibuat dari karet dan berbentuk kerucut berwarna oranye, tolo-tolo itu terbuat dari ember yang diisi semen sebagai pemberat dan di tengah-tengahnya dipasangi tiang besi. Jika dijejerkan, tolo-tolo ini memang mirip pagar yang membatasi kendaraan.

Suntoro menjelaskan, sebanyak 400 unit tolo-tolo tersebut rencananya akan dipasangkan di sepanjang jalur mudik di Kota Sumedang, yakni Jatinangor - Tanjung Sari - Sumedang - Tomo.

"Total panjang jalur mudik di Sumedang, ada 75 kilometer. Tapi tolo-tolo itu tidak dipasang di semua titik, hanya titik rawan kepadatan," ujarnya.

Adapun, titik macet di Sumedang biasa terjadi di empat titik, yakni Tanjung Sari karena ada pasar dan terminal, kota Sumedang karena ada pusat perbelanjaan, Cijelat karena ada persimpangan jalan yang biasa jadi pengalihan arus kendaraan dri Pantura dan Cimalaka karena terdapat pasar.

Kota Sumedang, lanjut Suntoro, biasanya diguna kan jika Pantura terlampau padat. Arus kendaraan akan dipecah, selain ke Pantura, akan dialihkan ke Tol Cipularang hingga keluar Cileunyi dan lanjut ke arah Sumedang atau jalur selatan pulau Jawa. Dari data tahun sebelumnya, setidaknya ada lebih dari 5.000 orang pemudik melintasi Sumedang .Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.