Kompas.com - 26/07/2013, 17:10 WIB
Ribuan warga Desa Negeri Lima tampak berada di lokasi pengungsian tak jauh dari desa mereka, Kamis (25/7/2013) KOMPAS.COM/RAHMAN PATTYRibuan warga Desa Negeri Lima tampak berada di lokasi pengungsian tak jauh dari desa mereka, Kamis (25/7/2013)
|
EditorFarid Assifa

AMBON, KOMPAS.com — Selain mengeluhkan buruknya kondisi dalam tenda pengungsian yang becek dan berair, para pengungsi Desa Negeri Lima, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah, yang berada di Dusun Latan juga mengeluhkan buruknya sanitasi dan ketersediaan fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) yang tidak memadai.

Di hadapan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif saat meninjau lokasi pengungsian, salah satu tokoh masyarakat Negeri Lima yang juga ikut mengungsi di Dusun Latan, Yusrain Uluputty, mengungkapkan, para pengungsi sangat membutuhkan MCK yang memadai. Pasalnya, di lokasi yang menampung lebih dari 2.000 orang tersebut hanya tersedia dua MCK.

“Di sini hanya ada dua MCK, Pak, jadi kami mintakan agar hal ini dapat disediakan pemerintah, kasihan para pengungsi, Pak," keluh Yusrain, Jumat (26/7/2013).

Selain itu, dia juga mengeluhkan persoalan air bersih yang beberapa di antaranya belum terpasang pipa ke sumber air, masalah penerangan, serta sanitasi.

"Air bersih saya sudah upayakan sumber airnya, nah ini tinggal pipa, tapi kok belum ada juga. Lalu penerangan, kasihan banyak warga mengeluhkan masalah penerangan,” ujarnya lagi.

Atas keluhan pengungsi tersebut, Syamsul Maarif lalu memerintahkan anak buahnya untuk segera menindaklanjuti seluruh persoalan tersebut. Soal tenda yang bermasalah, Maarif mengatakan, dalam waktu dekat tenda ukuran besar dan tenda keluarga akan segera tiba beserta bahan makanan dan obat-obatan.

Pantauan Kompas.com, Jumat siang di lokasi pengungsian, tampak hanya ada dua MCK yang tersedia untuk melayani ribuan pengungsi di lokasi tersebut. Tidak hanya itu, di dalam tenda pengungsi terlihat kondisinya becek dan tetesan air dari tenda bocor. Kondisi ini diperparah dengan hujan yang semakin deras di kawasan tersebut.

Di setiap tenda sendiri terdapat 11-12 kepala keluarga. Umumnya setiap tenda hanya diberi alas terpal.

“Ada yang tidur, tapi ada juga yang tidak tidur. Mau tidur bagaimana kalau kondisi tendanya seperti ini,” keluh Salma.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X