Pasutri Ini Mampu Produksi Sabu 20 Gram Per Hari

Kompas.com - 26/07/2013, 14:44 WIB
Aparat Polda Jatim dan Satuan Reskoba Polresta Malang menggelar kasus penggerebekan industru rumah sabu-sabu di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (25/7/2013). KOMPAS.COM/YATIMUL AINUNAparat Polda Jatim dan Satuan Reskoba Polresta Malang menggelar kasus penggerebekan industru rumah sabu-sabu di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (25/7/2013).
|
EditorFarid Assifa

PASURUAN, KOMPAS.com
 — Setelah sehari diamankan di Polres Malang, Jawa Timur, pasangan suami istri (pasutri) AR (39) dan istri AA (37), yang menjadi tersangka pemilik industri rumahan sabu-sabu, terus menjalani pemeriksaan di lapangan.

Tim Labfor Surabaya dari Polda Jatim bersama Polres Malang dan Polres Pasuruan melakukan rekonstruksi di rumah Perum Candra Kartika Blok AE 16 RT 02/ RW 09, Desa Mojo Tengah, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Jumat (26/7/2013).

"Salah satu tujuan rekonstruksi itu untuk mengetahui cara membuat sabu-sabu produksi mereka," kata AKP Yusuf Anggy, Kepala Satuan Narkoba Polres Pasuruan.

Selama rekonstruksi, pelaku AR, sang suami, menunjukan cara membuat sabu di hadapan petugas Labfor dengan menggunakan alat sederhana yang mereka miliki, di antaranya dengan menggunakan penyuling dan sejumlah gelas kimia lainnya. Pelaku setiap hari dapat membuat 20 gram sabu siap jual.

Dalam rekonstruksi itu, kedua tersangka mengenakan baju khusus berwarna kuning. Rekonstruksi pembuatan sabu mengundang perhatian puluhan warga perumahan. Pasalnya, mereka penasaran dengan pemberitaan adanya home industry sabu di lingkungan mereka.

"Saya juga kaget dan tak menyangka kalau mereka itu bisa membuat sabu-sabu," celetuk salah satu warga.

Tak hanya itu, sejumlah warga mengenal tersangka jarang bergaul dengan warga lainnya. Keduanya selalu tertutup dan jarang bercengkerama dengan warga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jarang ketemu Mas, soalnya jarang keluar juga. Rumahnya sering terkunci," ujar Anis, salah satu tetangga tersangka.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.