Bongkar Baliho Cabup yang Halangi Rambu Jalur Mudik

Kompas.com - 26/07/2013, 09:40 WIB
Ketua KPUD Garut, Aja Rowikarim
KOMPAS.com / Garut KPUKetua KPUD Garut, Aja Rowikarim
|
EditorFarid Assifa

GARUT, KOMPAS.com — Ketua KPUD Garut Aja Rowikarim meminta para calon bupati Garut agar mencopot alat peraga kampanye yang menghalangi rambu-rambu lalu lintas. Pasalnya, menjelang arus mudik Lebaran, banyak pengguna jalan dari luar kota yang akan melintasi Garut tak bisa melihat rambu-rambu lalu lintas.

"Permintaan dari kepolisian agar para calon maupun tim sukses menertibkan atribut kampanye yang menutupi atau menghalangi rambu-rambu lalu lintas. Tolong ya Bapak-bapak, ini supaya yang mudik tidak bingung arah," kata Rowikarim, Kamis (25/7/2013) malam, di sela rapat pleno pengundian nomor urut calon.

Selain kepada para calon bupati, imbauan serupa juga disampaikan secara terbuka kepada Satpol PP Garut.

"Kepada kawan-kawan Satpol ini agar menjadi perhatian, spanduk-spanduk di dekat lampu TL atau di pinggir jalan yang sekiranya menghalangi rambu penunjuk arah, tolong ditertibkan," tambahnya.

Banyaknya calon yang berlaga dalam Pilkada Garut, yakni 10 pasang calon, membuat ruang publik menjadi "hutan" baliho, tak terkecuali di sejumlah titik strategis seperti di dekat lampu-lampu lalu lintas.

Selain baliho atau spanduk para calon bupati, ada pula alat peraga kampanye dari para calon legislatif kabupaten, provinsi maupun pusat, yang memperburuk pemandangan kota.

Dari pantauan Kompas.com, "hutan" baliho yang paling mencolok terlihat di bundaran Tarogong, bundaran simpang lima dan simpang tiga Otista-Cipanas. Bahkan, di titik terakhir ini, baliho-baliho besar menutup hampir separuh muka kantor BPMPD Garut sehingga banyak tamu yang tersesat karena papan nama kantor praktis tak terlihat.

Baca tentang
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Deteksi Gejala Awal Terinfeksi Corona, RSUD di Semarang Sediakan Link Online

Deteksi Gejala Awal Terinfeksi Corona, RSUD di Semarang Sediakan Link Online

Regional
Warga Salatiga Dikabarkan Positif Corona, Wali Kota Masih Tunggu Hasil dari Kemenkes

Warga Salatiga Dikabarkan Positif Corona, Wali Kota Masih Tunggu Hasil dari Kemenkes

Regional
Rumah Sakit Rujukan Penuh, Bantul Siap Bangun RS Darurat

Rumah Sakit Rujukan Penuh, Bantul Siap Bangun RS Darurat

Regional
Wabah Corona, 90 PPK di Kabupaten Bima Dirumahkan, Pelantikan PPS Ditunda

Wabah Corona, 90 PPK di Kabupaten Bima Dirumahkan, Pelantikan PPS Ditunda

Regional
Bupati Bogor Batasi Warga yang Datang ke Puncak

Bupati Bogor Batasi Warga yang Datang ke Puncak

Regional
Dalam Lima Hari Tercatat 70 Ribu Orang Lebih Mudik ke DIY

Dalam Lima Hari Tercatat 70 Ribu Orang Lebih Mudik ke DIY

Regional
Pemkab Kulon Progo DIY Siapkan Rp 21 M Hadapi Covid-19

Pemkab Kulon Progo DIY Siapkan Rp 21 M Hadapi Covid-19

Regional
Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 3 Orang

Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 3 Orang

Regional
Gubernur Surati Kemenhub Minta Akses ke Bali Lewat Pelabuhan Dibatasi

Gubernur Surati Kemenhub Minta Akses ke Bali Lewat Pelabuhan Dibatasi

Regional
Dampak Corona, Jumlah Perjalanan Kereta Api yang Dibatalkan dari Semarang Bertambah

Dampak Corona, Jumlah Perjalanan Kereta Api yang Dibatalkan dari Semarang Bertambah

Regional
Ayah Tiri Tega Aniaya Anaknya Berusia 3 Tahun hingga Tewas, Ini Fakta Lengkapnya

Ayah Tiri Tega Aniaya Anaknya Berusia 3 Tahun hingga Tewas, Ini Fakta Lengkapnya

Regional
KKB Pimpinan Joni Botak Pelaku Penembakan 3 Karyawan Freeport di Mimika

KKB Pimpinan Joni Botak Pelaku Penembakan 3 Karyawan Freeport di Mimika

Regional
Selasa, Pemkot Surabaya Gelar Rapid Test Serentak di 63 Puskesmas

Selasa, Pemkot Surabaya Gelar Rapid Test Serentak di 63 Puskesmas

Regional
Cara Warga Biasa Lawan Corona, Saling Menguatkan hingga Bagi-bagi Vitamin C untuk Satpam dan ART

Cara Warga Biasa Lawan Corona, Saling Menguatkan hingga Bagi-bagi Vitamin C untuk Satpam dan ART

Regional
Ratusan Rumah ODP Covid-19 di Kutai Kertanegara Ditempel Stiker

Ratusan Rumah ODP Covid-19 di Kutai Kertanegara Ditempel Stiker

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X