Enam Bulan, Kejati Gorontalo Selamatkan Uang Negara Rp 2 Miliar

Kompas.com - 23/07/2013, 11:40 WIB
Ilustrasi Kristianto Purnomo (KP)Ilustrasi
|
EditorFarid Assifa

GORONTALO, KOMPAS.com — Dalam kurun hampir enam bulan, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp 2 miliar.

Terhitung sejak 1 Januari hingga 22 juli 2013, Kejati menyelamatkan uang negara dari satu kasus, yaitu penyelewengan proyek perbaikan landasan Bandar Udara Djalaluddin.

Kepala Kejati Gorontalo Djoko Widodo SH menjelaskan kepada wartawan, uang Rp 2 miliar tersebut merupakan uang yang dikembalikan oleh salah seorang terdakwa dalam kasus yang mulai mencuat sejak 2011 itu.

Didampingi Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) M Sunarto SH, Kajati mengungkapkan, uang sejumlah Rp 2 miliar itu sebenarnya belum mencapai separuh dari total kerugian negara sebesar Rp 6,57 miliar dari satu orang terdakwa. Sementara jika digabungkan total kerugian negara dari empat terdakwa dalam kasus ini mencapai Rp 25,5 miliar lebih.

“Kami masih akan melakukan upaya pengejaran sisa uang negara yang diselewengkan tersebut,” janji Djoko.

Kasus ini sendiri sedang dalam proses penuntutan di bagian Tipikor Pengadilan Negeri Gorontalo. Jaksa penuntut mengajukan empat orang terdakwa yaitu Andi Purnomo, Eko Suyanto, Edis Irwanto, dan Harry Zakaria. Keempatnya berasal dari dua perusahaan kontraktor pemegang proyek pelapisan landasan bandara Djalaluddin.

Penyidikan telah dilakukan sejak 12 Juli 2011. Para terdakwa diduga melakukan penyelewengan uang negara dengan modus mengerjakan proyek tidak sesuai kontrak yang disepakati.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Regional
Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Regional
Gubernur Kalbar Geram karena Lahan Konsesi Sengaja Dibakar: Mereka Pikir Saya Takut

Gubernur Kalbar Geram karena Lahan Konsesi Sengaja Dibakar: Mereka Pikir Saya Takut

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Maret 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Maret 2021

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Maret 2021

Regional
Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

Regional
Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Regional
Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Regional
Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Regional
2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Regional
Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Regional
Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X