Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/07/2013, 04:25 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
GARUT, KOMPAS.com — Permulaan Ramadhan di kota Garut, Jawa Barat, diwarnai hujan dengan intensitas sedang hingga ringan. Hujan turun tak putus-putusnya semenjak Selasa (9/7/2013) siang menjelang sore kemarin hingga Rabu (10/7/2013) dini hari.

Praktis umat Islam di Garut melaksanakan shalat tarawih hingga waktu sahur dengan iringan gemericik hujan. Sedikit banyak kondisi ini mengurangi tingkat kehadiran jemaah ke masjid-masjid yang biasanya membeludak pada hari-hari pertama.

Pantauan di Masjid Agung Garut yang berada di kompleks alun-alun kota Garut, pelaksanan tarawih berjalan khusyuk dan lancar, tetapi jemaah yang hadir tak sebanyak tahun lalu.

"Kalau dilihat dari kendaraan yang parkir, ini sedikit berkurang dari tahun lalu. Mungkin karena hujan, jadi banyak yang shalat di rumah atau mushala yang dekat," kata Muhni, petugas parkir.

Pemandangan serupa juga terlihat di Masjid Jami Tarogong, Garut. Semua saf terisi penuh, tetapi tidak membeludak sampai teras. Di Masjid yang terletak di simpang tiga Jalan Otista, Tarogong, Garut, ini akan diramaikan kegiatan pesantren Ramadhan mulai 14 Juli mendatang.

Sementara itu, suasana di alun-alun Tarogong, terlihat lebih sepi dari biasanya. Hampir separuh pedagang kaki lima penjual makanan, libur berjualan. Hal ini menyulitkan anak-anak kos yang sebagian besar adalah para mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi di Garut.

"Repot untuk sahur nanti Mas. Adanya sate maranggi saja. Yang lain martabak sama gorengan-gorengan. Banyak yang libur atau pulang ke Jawa untuk ziarah katanya," kata Asep Kosasih, mahasiswa AMIK Garut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


    Rekomendasi untuk anda
    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pendaftaran SMKN Jateng dan 15 SMK Semi Boarding Dibuka, Catat Tanggalnya!

    Pendaftaran SMKN Jateng dan 15 SMK Semi Boarding Dibuka, Catat Tanggalnya!

    Regional
    Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

    Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

    Regional
    Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

    Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

    Regional
    Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

    Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

    Regional
    Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

    Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

    Regional
    Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

    Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

    Regional
    Rahasia Satu Abad NU

    Rahasia Satu Abad NU

    Regional
    Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

    Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

    Regional
    Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

    Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

    Regional
    Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

    Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

    Regional
    Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

    Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

    Regional
    Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

    Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

    Regional
    Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

    Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

    Regional
    Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

    Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

    Regional
    Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

    Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

    Regional
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.