Tolak RUU Ormas, Mahasiswa Bungkam Mulut Pakai Plakban

Kompas.com - 02/07/2013, 11:27 WIB
Sebanyak 10 orang dari Front Mahasiswa Nasional (FMN) dan Front Perjuangan Rakyat (FPR) Bandung, melakukan aksi penolakan di depan gedung Sate Kota Bandung, Selasa (2/6/2013). Dalam aksi tersebut, tiga orang diantaranya melakukan aksi tutup mulut menggunakan lakban serta membungkus tubuh mereka menggunakan plastik berwarna hitam. KOMPAS.com/Putra Prima PerdanaSebanyak 10 orang dari Front Mahasiswa Nasional (FMN) dan Front Perjuangan Rakyat (FPR) Bandung, melakukan aksi penolakan di depan gedung Sate Kota Bandung, Selasa (2/6/2013). Dalam aksi tersebut, tiga orang diantaranya melakukan aksi tutup mulut menggunakan lakban serta membungkus tubuh mereka menggunakan plastik berwarna hitam.
|
EditorKistyarini

BANDUNG, KOMPAS.com — Suara penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Ormas kembali diteriakkan oleh mahasiswa. Kali ini 10 orang dari Front Mahasiswa Nasional (FMN) dan Front Perjuangan Rakyat (FPR) Bandung berunjuk rasa di depan Gedung Sate Kota Bandung, Selasa (2/7/2013).

Dalam aksi tersebut, tiga orang di antaranya melakukan aksi tutup mulut menggunakan plakban serta membungkus tubuh mereka menggunakan plastik berwarna hitam.

"Ini adalah bentuk simbolik bahwa jika disahkan RUU Ormas, maka tidak lain akan berdampak pada lemahnya suara kritis rakyat," kata Koordinator Umum FPR Vichi Fadhli Rahman saat ditemui di sela-sela aksi.

Vichi menilai, RUU Ormas sudah melanggar prinsip-prinsip dasar demokrasi. "Nantinya akan mengancam kebebasan berpendapat dan merampas kedaulatan rakyat," tegas dia.

Selain itu, secara khusus di sektor pendidikan, RUU tersebut akan berdampak pada terkungkungnya mahasiswa dan sivitas akademika lainnya, serta bisa menimbulkan rasa takut dan depresi tinggi untuk menyuarakan hak, kata Vichi.

Mahasiswa, kata Vichi, tidak lagi dapat leluasa mengembangkan diri dan menyampaikan aspirasinya atas berbagai fenomena dan keadaan di dalam kampus.

"Isi rancangan undang-undang tersebut telah secara terang menunjukkan kadar fasis pemerintah yang sangat tinggi," ucap Vichi.

Selain menolak disahkannya RUU Ormas menjadi undang-undang, mereka pun menyatakan menolak seluruh paket regulasi yang mengancam ruang demokrasi pada rakyat. Mereka juga meminta pemerintah memberikan jaminan kebebasan berserikat dan berpendapat bagi seluruh rakyat.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

    Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

    Regional
    Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

    Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

    Regional
    Gubernur Kalbar Geram karena Lahan Konsesi Sengaja Dibakar: Mereka Pikir Saya Takut

    Gubernur Kalbar Geram karena Lahan Konsesi Sengaja Dibakar: Mereka Pikir Saya Takut

    Regional
    UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Maret 2021

    UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Maret 2021

    Regional
    Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Maret 2021

    Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Maret 2021

    Regional
    Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

    Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

    Regional
    Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

    Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

    Regional
    Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

    Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

    Regional
    Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

    Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

    Regional
    Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

    Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

    Regional
    2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

    2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

    Regional
    Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

    Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

    Regional
    Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

    Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

    Regional
    Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

    Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

    Regional
    Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

    Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X