Warga NTT Kecewa Tak Bisa Nonton Siaran Langsung Piala Konfederasi

Kompas.com - 01/07/2013, 02:52 WIB
Striker Brasil, Neymar (kanan) dan bek Thiago Silva, menunjuk ke arah suporter ketika Brasil menang 2-1 atas Uruguay di semifinal Piala Konfederasi. Brasil akan hadapi Spanyol di final, Minggu (30/6/2013). AFP/VANDERLEI ALMEIDAStriker Brasil, Neymar (kanan) dan bek Thiago Silva, menunjuk ke arah suporter ketika Brasil menang 2-1 atas Uruguay di semifinal Piala Konfederasi. Brasil akan hadapi Spanyol di final, Minggu (30/6/2013).


KUPANG, KOMPAS.com - Perhelatan Piala Konfederasi 2013 di Brasil, sejak 16 Juni 2013 lalu yang disiarkan secara langsung oleh dua televisi nasional, ternyata tidak bisa ditonton seluruh warga Indonesia, khususnya yang berada di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Akibatnya warga khususnya para penggila bola, kecewa. “Sebagian besar kami warga NTT masih menggunakan antene parabola sehingga pada saat acara siaran langsung piala konfederasi, acaranya langsung diacak. Bukan hanya piala konfederasi saja, tetapi piala asia, piala eropa dan piala dunia juga siarannya diacak. Kami sangat kecewa dengan pihak stasiun TV, ANTV dan TV One yang mengacak siaran bola ini,” kata Herman Nahak warga Lasiana, Kabupaten Kupang, kepada Kompas.com, Minggu (30/6/2013).

Menurut Herman, seharusnya tayangan bola kelas dunia yang banyak disukai oleh sebagian besar warga Indonesia dan NTT khususnya bisa diberikan kemudahan untuk mengaksesnya.

”Kalau mau acak, acaklah sinetron atau tayangan-tayangan kekerasan yang tidak ada nilai tambah untuk penonton,” kata Herman.

Hal yang sama juga disampaikan Yulius Salu warga Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Yohanes Bansae, warga Desa Tubuhue, Kecamatan Amanuban Barat, Timor Tengah Selatan (TTS), yang dihubungi Kompas.com secara terpisah melalui telepon seluler mengaku kecewa dengan diacaknya siaran bola kelas dunia itu.

“Apalagi besok adalah final antara Brasil dan Spanyol yang menjadi final impian semua pecinta bola yang ada di dunia. Kami sekarang bingung, mau nonton bola dimana? Katanya tayangan bola bisa kita nonton kalau kita beli parabola merek matrix garuda. Ini namanya mafia bisnis, karena setiap, menjelang piala dunia, selalu saja muncul parabola yang dijual khusus untuk siaran langsung bola,” kata Yulius Salu.

Sementara itu, Yohanes Bansae meminta kepada pemerintah melalui Kementrian Informasi dan Komunikasi agar memberikan sanksi kepada stasiun teve yang mengacak setiap siaran langsung sepakbola dan menindak dengan tegas para mafia bisnis parabola.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

”Kenapa saat menjelang piala dunia atau kejuaran dunia lainnya selalu saja diacak dan kita diarahkan untuk membeli parabola tertentu. Pemerintah jangan hanya diam saja tetapi dengarlah keluhan masyarakat yang berada di luar pulau jawa,” kata Bansae.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.