Sketsa 8 Bobotoh Pelaku Perusakan "Pelat B" Segera Disebar

Kompas.com - 26/06/2013, 08:48 WIB
Ribuan bobotoh memadati Jalan Pasteur, atau sekarang bernama resmi Jalan Dr Djunjunan, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (22/6/2013). Ribuan bobotoh memadati Jalan Pasteur, atau sekarang bernama resmi Jalan Dr Djunjunan, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (22/6/2013).
EditorPalupi Annisa Auliani
BANDUNG, KOMPAS.com — Kepolisian Daerah Jawa Barat menyatakan telah mengidentifikasi delapan orang yang diduga sebagai pelaku perusakan kendaraan berpelat nomor Jakarta pada Sabtu (22/6/2013). Perusakan tersebut diduga dilakukan para bobotoh Persib, menyusul aksi perusakan bus yang mengangkut pemain Persib oleh massa yang diduga The Jakmania, pendukung Persija Jakarta.

"Kami sudah mengidentifikasi. Kemarin (Sabtu) kan enam orang (teridentifikasi). Setelah kami dalami, teridentifikasi jadi delapan orang. Segera akan kami publish ke masyarakat," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul di Mapolda Jabar, Selasa (25/6/2013). Identifikasi dan sketsa wajah para pelaku dibuat berdasarkan hasil rekaman beberapa closed circuit televisi (CCTV) di kawasan Pasteur.

Harapannya, publikasi sketsa para terduga pelaku penyerangan acak terhadap kendaraan-kendaraan berpelat B akan mendapat tanggapan masyarakat dengan melaporkan para pelaku. Kedelapan orang tersebut, lanjut Martinus, juga telah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Jawa Barat.

17 mobil

Hingga Selasa (25/6/2013), kata Martinus, jumlah mobil yang dilaporkan rusak karena aksi bobotoh di kawasan Pasteur telah mencapai 17 unit. Kepolisian juga telah meminta keterangan dari 38 saksi, baik penumpang kendaraan maupun warga sekitar yang melihat aksi perusakan oleh oknum bobotoh.

Seperti diberitakan sebelumnya, ribuan bobotoh turun ke jalan, Sabtu (22/6/2013), setelah di Jakarta bus yang ditumpangi pemain dan ofisialPersib diserang oleh massa yang diduga pendukung klub Persija. Di jalan, para bobotoh menghadang, bahkan merusak kendaraan berpelat nomor Jakarta. Pada hari itu, seharusnya Persib menjadi tamu laga Persija di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Jakmania

Sementara itu, di Jakarta Polda Metro Jaya juga menjadwalkan pemeriksaan atas koordinator suporter Persija Jakarta. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Mapolda Metro Jaya menyatakan akan memeriksa sejumlah saksi mata di lokasi kejadian. "Seperti satpam dan pedagang. Untuk selanjutnya pemeriksaan barang bukti kaca dan batu," kata Rikwanto.

Rikwanto menambahkan, dari hasil pemeriksaan sementara, massa yang menyerang bus mencapai 70 orang. Beberapa penyerang, sebut dia, tampak mengenakan pakaian salah satu suporter tim sepak bola Jakarta.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Regional
179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

Regional
Ganjar Minta Penyintas yang Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Ganjar Minta Penyintas yang Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Regional
3 Dokter Kandungan RSD dr Soebandi Positif Covid-19, Berstatus Tanpa Gejala

3 Dokter Kandungan RSD dr Soebandi Positif Covid-19, Berstatus Tanpa Gejala

Regional
Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Regional
Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Regional
Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Regional
Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Regional
Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Regional
Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Regional
Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Regional
Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Regional
Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Regional
Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Regional
Pengemudi 'Speedboat' yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Pengemudi "Speedboat" yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X