Kompas.com - 26/06/2013, 05:10 WIB
Seorag warga menempelkan poster di kantor Kelurahan Timuran, Solo, Selasa (25/6/2013) KOMPAS.COM/M WismabrataSeorag warga menempelkan poster di kantor Kelurahan Timuran, Solo, Selasa (25/6/2013)
EditorPalupi Annisa Auliani
JAMBI, KOMPAS.com — Pemberian bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) di kantor pos di Pasar Jambi menuai banyak protes. Tidak semua penerima BLSM merasa senang dengan penentuan penerima BLSM dari pemerintah pusat ini.

"Memang senang karena sedikit banyak kita terbantu, tetapi kami kasihan melihat banyak masyarakat yang tidak menerima dana ini. Sementara mereka juga dikatakan miskin," kata Kemas Nazarudin (43), warga Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Jambi, di Kantor Pos Pasar saat mengambil BLSM, Selasa (25/6/2013). Dia pun mengaku terpaksa menerima BLSM ini.

Keterpaksaan Kemas adalah karena dia berpendapat masih banyak kelurahan lain yang perekonomiannya lebih buruk, tetapi justru warganya tak mendapat BLSM. "Ya terpaksa menerima. Bila tidak menerima mubazir juga, ini kan datanya dari pusat," kata dia.

Hal yang sama disampaikan Adil, Ketua RT 18 Cempaka Putih. Menurut dia, masyarakat di RT-nya masih banyak yang belum menerima BLSM. Data penerima BLSM pun menurut dia berselisih banyak dengan data penerima beras miskin (raskin).

"Kalau data raskin, semua masyarakat dapat, tetapi kalau BLSM sangat sedikit. Kami juga tidak tahu, pemerintah itu dapat data dari siapa, apa mungkin dari pemerintah kota, atau juga permainan dari kantor pos," tutur Adil.

Wakil Kepala Kantor Pos Pasar Kota Jambi Sudirjo mengatakan, data penerima BLSM dia dapatkan dari pemerintah pusat, bukan dari pemerintah daerah. "Kami terima berbentuk kartu saja. Dan kami diamanatkan untuk mengirimnya ke rumah masing-masing," ujar dia.

Karena banyaknya jumlah kartu, lanjut Sudirjo, kartu BLSM diserahkan kepada para Ketua RT. "Ketua RT-lah yang membagi-bagikan kepada masayarakat. Data itu tidak kami kurangi dan tidak kami lebihi, semuanya pas dari pusat," sebutnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sudirjo mengatakan, untuk tahap awal, jumlah penerima BLSM di Jambi adalah 26.812 kepala keluarga. Rinciannya, dari Kecamatan Telanai 5.412, Jambi Timur 5.528, Pelayangan 1.158, Danau Teluk 1.051, Pasar 676, Jelutung 2.903, Jambi Selatan 5.205, dan Kotabaru 4.879. "Tahap awal seperti itu adanya, tahap kedua nanti tidak tahu lagi, apakah berkurang, atau bertambah," kata dia.

Sementara itu, Plt Wali Kota Jambi Daru Pratomo menyampaikan bahwa kesalahan yang terjadi soal BLSM bukan tanggung jawab pemerintah kota. "Sampai saat ini, saya tidak pernah tahu kalau ada data BLSM, semuanya pemerintah pusat yang memberikannya, dan saya juga tidak tahu dari mana mereka (pemerintah pusat) mendapatkan data itu," kata Daru.

Tidak hanya di Kelurahan Kasang, Jambi Timur, sejumlah warga di RT 04 Kelurahan Olak Kemang, Kota Jambi, juga menolak daftar penerima bantuan BLSM tersebut. Menurut warga, ada beberapa nama dari 27 penerima yang dipandang tidak layak karena bukan orang miskin.

Menurut Arip Sopian, warga setempat, ia dan delapan warga lainnya tidak mendapatkan kartu bantuan tersebut. "Dari daftar yang kami lihat, setidaknya ada delapan orang kayo yang nerimo kartu," ucapnya. Ia membeberkan sejumlah nama warga yang dinilai layak, tetapi malah tidak mendapatkan haknya.

Warga mengadukan masalah ini ke Ketua RT karena mereka gagal menemui lurah setempat yang tidak ada di kantor. Menurut warga lainnya, masalah tersebut tidak hanya terjadi di RT 04, tetapi hampir merata.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

    Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

    Regional
    Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

    Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

    Regional
    Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

    Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

    Regional
    Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

    Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

    Regional
    Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

    Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

    Regional
    Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

    Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

    Regional
    Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

    Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

    Regional
    Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

    Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

    Regional
    Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

    Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

    Regional
    Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

    Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

    Regional
    Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

    Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

    Regional
    Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

    Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

    Regional
    Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

    Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

    Regional
    KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

    KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

    Regional
    Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

    Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X