Kompas.com - 21/06/2013, 19:27 WIB
Warga masyarakat serta beberapa anggota ormas menyaksikan jalannya sidang kasus penyerangan Lapas Cebongan, yang menghadirkan 12 anggota Kopassus Kandang Menjangan sebagai terdakwa, di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Kamis 920/6/2013). KOMPAS.COM/Y WIJAYA KUSUMAWarga masyarakat serta beberapa anggota ormas menyaksikan jalannya sidang kasus penyerangan Lapas Cebongan, yang menghadirkan 12 anggota Kopassus Kandang Menjangan sebagai terdakwa, di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Kamis 920/6/2013).
|
EditorGlori K. Wadrianto

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengusulkan persidangan kasus penyerangan Lapas Klas IIB Cebongan, Sleman, dilakukan langsung di lokasi kejadian atau sidang di tempat.

Ketua Komnas HAM Siti Noor Laila saat dihubungi mengatakan, dengan sidang di tempat, dapat diketahui pasti jumlah pelaku dan peran masing-masing terdakwa.

"Akan ketahuan apa saja yang mereka bawa. Apalagi itu sudah diatur dalam KUHAP," ujar Siti Noor Laila, Jumat (21/6/2013).

Menurut Laila, sidang di tempat perlu dilakukan mengingat selama ini Oditur Militer tidak menggelar rekonstruksi kejadian.

Laila menilai, metode sidang di tempat bukan hal yang baru dan sudah biasa dalam pemeriksaan perkara pidana.

Seperti diberitakan sebelumnya, sidang perdana bagi 12 tersangka anggota Kopassus Kandang Menjangan berlangsung Kamis (20/6/2013) di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta. Agenda sidang pertama tersebut adalah pembacaan dakwaan terhadap 12 tersangka.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

    Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

    Regional
    Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

    Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

    Regional
    Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

    Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

    Regional
    Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

    Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

    Regional
    Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

    Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

    Regional
    Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

    Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

    Regional
    Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

    Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

    Regional
    Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

    Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

    Regional
    Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

    Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

    Regional
    Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

    Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

    Regional
    Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

    Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

    Regional
    Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

    Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

    Regional
    Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

    Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

    Regional
    Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

    Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

    Regional
    Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

    Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X