NEWS
Salin Artikel

Apakah Sumberbeji Bagian dari Tata Kota Kerajaan Majapahit? Ini Jawaban Arkeolog

Meski demikian, interpretasi utuh terhadap keberadaan situs megah di sebelah barat agak ke selatan dari wilayah Cagar Budaya Nasional Trowulan ini belum bisa dimunculkan para arkeolog.

Menurut Wicaksono, arkeolog BPCB Jawa Timur, struktur bangunan petirtaan kuno di Sumberbeji menampilkan sisi kemegahan dan gaya arsitekturnya luar biasa.

Berdasarkan struktur bangunan serta berbagai temuan benda purbakala selama ekskavasi, sangat kecil kemungkinannya petirtaan itu dibangun oleh rakyat biasa ataupun saudagar di masa lalu.

Namun, periode pembangunan petirtaan serta fungsinya di masa lalu masih dalam penelitian dan kajian arkeolog.

"Dilihat dari struktur petirtaan, sangat kecil kemungkinannya dibangun oleh rakyat biasa ataupun saudagar. Indikasi kuatnya ini milik kerajaan," kata Wicaksono kepada Kompas.com, Sabtu (27/3/2021).

Di antara pertanyaan yang kini masih ditelusuri jawabannya adalah apakah Petirtaan Sumberbeji merupakan bagian dari tata kota Kerajaan Majapahit?

Wicaksono yang dalam beberapa tahun terakhir menangani berbagai temuan benda purbakala di Jawa Timur itu kemudian menyampaikan dugaannya bahwa petirtaan kuno di Sumberbeji Jombang menjadi bagian dari tata kota.

Menurut Wicaksono, petirtaan megah dengan gaya arsitekturnya yang luar biasa tersebut sangat kecil kemungkinannya untuk berdiri sendiri.

Dugaan dia, di sekitar Petirtaan Sumberbeji dulunya adalah kawasan yang dihuni bangsawan atau keluarga raja. Keberadaannya di masa lalu juga merupakan bagian dari tata kota kerajaan.

"Kalau di sini ada petirtaan semegah ini, maka kemungkinan keberadaannya tidak sendiri. Ada banyak kemungkinan, termasuk kemungkinan keberadaannya sebagai bagian dari tata kota," ulas Wicaksono.

Berdasarkan struktur petirtaan, Wicaksono menduga ada misteri besar di baliknya. Misteri itu perlu dikulik lebih mendalam untuk menemukan interpretasi utuh.

Apalagi, tak jauh dari petirtaan kuno di Sumberbeji, terdapat struktur bata kuno di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngoro dan Situs Kedaton di Kecamatan Diwek.

Kedua situs tersebut lokasinya berada di sisi barat agak ke utara dari Situs Sumberbeji, berjarak sekitar 3 kilometer.

Kemudian pada jarak yang kurang lebih sama, terdapat Situs Candi Arimbi di wilayah Kecamatan Bareng, di sisi tenggara dari Situs Petirtaan Sumberbeji.

Sementara itu, hasil ekskavasi Situs Petirtaan Sumberbeji menampakkan hampir keseluruhan sisi pada bagian utama petirtaan. Tampak kesan indah, megah, dan kecanggihan teknologi di masanya.

Petirtaan kuno di Sumberbeji memiliki bentuk persegi berukuran 20 x 17 meter persegi. Di tengah petirtaan terdapat bangunan persegi dan di atasnya ada struktur melingkar.

Di sisi barat daya, terdapat kanal yang berfungsi sebagai saluran untuk masuknya air ke dalam petirtaan. Kemudian saluran buang, berada di sisi timur laut.

Di dalam petirtaan sisi barat daya, nampak terpasang arca garuda. Posisinya menghadap ke timur, di dekat kanal yang menjadi saluran masuknya air ke petirtaan.

Secara keseluruhan, struktur dinding bangunan petirtaan kuno di Sumberbeji tersusun dari bata merah yang direkatkan dengan metode gosok.

Demikian pula dengan lantai petirtaan, terbuat dari bata merah pada. Lantainya berada pada kedalaman 2 meter dari batas atas struktur dinding.

Wicaksono menduga, petirtaan kuno di Sumberbeji dibangun pada masa Kediri, lalu dipugar pada masa Majapahit.

Dia mengungkapkan, selama ekskavasi yang dilakukan sejak 2019 hingga akhir 2020, ditemukan berbagai jenis benda purbakala dari Tiongkok pada masa dinasti Song abad ke-11, serta benda-benda dari masa dinasti Yuan, abad ke-13 hingga ke-14.

Secara keseluruhan, kata Wicaksono, berbagai temuan lepas berupa uang logam dan porselen dari Tiongkok, lebih banyak berasal dari masa dinasti Yuan.

Kemudian dari struktur bangunan petirtaan, termasuk beberapa arca Jaladwara yang ditemukan, lebih banyak didominasi dari era Majapahit.

"Dari temuan Jaladwara, tidak ada yang sama. Jaladwara yang kecil-kecil bisa disandingkan dengan Jaladwara di Candi Tikus. Sedangkan yang besar, coraknya lebih mengarah ke gaya Kediri," ujar dia.

Awal ditemukan

Petirtaan Sumberbeji ditemukan di sebuah lahan di tengah persawahan Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Lokasinya berada di sebelah selatan Kabupaten Jombang, berjarak sekitar 14 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Jombang.

Petirtaan kuno di Sumberbeji berada di lahan milik Desa Kesamben, di tengah area persawahan, dikelilingi pepohonan berusia tua.

Dulunya, tempat ditemukannya petirtaan dikenal sebagai tempat yang cukup angker dan dikeramatkan oleh warga sekitar.

Seiring dengan selesainya ekskavasi pada awal 2021, BPCB Jawa Timur mempersilakan pihak Pemdes Kesamben untuk memanfaatkannya sebagai destinasi wisata.

Sejak Sabtu (27/3/2021), BPCB Jawa Timur dan Pemdes Kesamben melakukan normalisasi air di dalam petirtaan memanfaatkan mesin pompa.

Dengan demikian, penampakan kolam kuno yang megah itu bisa dilihat para pengunjung yang ingin melihat bagaimana kemegahan Petirtaan Sumberbeji.

"Setiap hari akan dilakukan normalisasi menggunakan pompa agar petirtaan tidak tenggelam dan bisa dilihat oleh pengunjung yang datang ke sini," kata Wicaksono, saat ditemui Kompas.com di Sumberbeji.

https://regional.kompas.com/read/2021/04/06/060000578/apakah-sumberbejibagian-dari-tata-kota-kerajaan-majapahit-ini-jawaban

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Gubernur Sulsel Nilai Keberhasilan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Karena Kepimimpinan Jokowi

Regional
Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Pemkot Semarang Luncurkan BUMP, Plt Walkot Ita Harap Kesejahteraan Petani Meningkat

Regional
Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Kisah Agus Falahudin, Penyintas Gempa Cianjur yang Gotong Royong Bangun Huntara

Regional
Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pemkot Semarang dan BBWS Tangani Timbunan Sampah di Kampung Nelayan Tambakrejo

Regional
Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat

Dompet Dhuafa Gandeng Beramaljariyah dan Evermos Salurkan Al-Qur'an dan Alat Salat

Regional
LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa

LKPP Gandeng Telkom Gagas Platform Baru Pengadaan Barang/Jasa

Regional
Songsong Kemajuan Desa, BUMDes Wadas Studi Banding ke 4 Desa Sekaligus

Songsong Kemajuan Desa, BUMDes Wadas Studi Banding ke 4 Desa Sekaligus

Regional
BERITA FOTO: Banjir Terjang Aceh Utara, 11.000 Warga Mengungsi

BERITA FOTO: Banjir Terjang Aceh Utara, 11.000 Warga Mengungsi

Regional
Plt Walkot Semarang Optimistis Capai Target Nol Kasus Stunting pada 2023

Plt Walkot Semarang Optimistis Capai Target Nol Kasus Stunting pada 2023

Regional
Pelayanan Publik Jateng Diapresiasi Ombudsman RI, Ganjar: Saya Senang

Pelayanan Publik Jateng Diapresiasi Ombudsman RI, Ganjar: Saya Senang

Regional
Kisah Haru Nenek Berusia 90 Tahun Alami Kelumpuhan, Selamat Berkat Kartu Jateng Sejahtera

Kisah Haru Nenek Berusia 90 Tahun Alami Kelumpuhan, Selamat Berkat Kartu Jateng Sejahtera

Regional
Tahun 2023, Pemkot Balikpapan Fokus pada Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Tahun 2023, Pemkot Balikpapan Fokus pada Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Regional
Per September 2022, Angka Kemiskinan di Jateng Turun 0,27 Persen

Per September 2022, Angka Kemiskinan di Jateng Turun 0,27 Persen

Regional
Mewaspadai Generasi Shortcut dan Nirmoral

Mewaspadai Generasi Shortcut dan Nirmoral

Regional
Kali Semarang Akan Direstorasi Guna Perbaiki Penataan Kawasan Pecinan

Kali Semarang Akan Direstorasi Guna Perbaiki Penataan Kawasan Pecinan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.