NEWS
Salin Artikel

Rumah Ditempeli Stiker "Demi Allah Kami Warga Miskin", Penerima PKH Mundur

PEKALONGAN, KOMPAS.com - Sebanyak 74 rumah penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) diberi stiker bertuliskan "Demi Allah, Kami Warga Miskin Penerima PKH–BPNT".

Pemberian stiker ini diinisiasi oleh Pemerintah Desa Ketitang Lor, Bojong, Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah.

Kepala Desa Ketitang Lor Sarwono mengatakan penempelan stiker ini sudah menjadi kesepakatan warga agar transparan dan diketahui siapa saja penerimanya.

Meski baru di tahun 2020 terealisasi dipasang, namun usulan penempelan stiker tersebut sudah ada sejak tahun 2018.

"Kita baru pasang ada sekitar satu minggu agar masyarakat tahu penerimanya. Sementara mereka yang ekonominya sudah membaik, rumah sudah bagus bisa sedikit malu dengan pemasangan stiker," kata Sarwono, Rabu (13/5/2020).

Sarwono menambahkan, masyarakat yang mencopot tulisan tersebut berarti secara tidak langsung mengundurkan diri sebagai penerima bantuan PKH maupun BPNT.

Pihaknya juga menuturkan, pemberian tanda kepada penerima PKH atau BPNT dilakukan untuk mengedukasi warga desa agar mengalihkan bantuannya itu kepada yang lebih berhak dengan mengajukan pengunduran diri melalui petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

"Saat pemasangan, alhamdulillah tidak ada gejolak semua baik-baik saja," tambah dia.

Petugas TKSK Bojong Purwo Aji mengungkapkan baru sepekan adanya pemasangan stiker, warga miskin penerima bantuan PKH dan BPNT sudah ada yang mengundurkan diri.

Total ada 3 warga yang mengundurkan diri karena menganggap ekonominya sudah mapan dan malu mendapat bantuan dari pemerintah.

"Kalau mengundurkan diri mekanismenya akan dimusyawarahkan di tingkat desa lalu kami laporkan ke Dinas Sosial. Setiap 6 bulan sekali juga kami melakukan verifikasi penerima bantuan," ujar Purwo Aji.

Purwo melanjutkan, apabila ada warga yang mengundurkan diri yang bersangkutan dikeluarkan dari basis data terpadu kemiskinan

"Dari hasil verifikasi dan validasi data tersebut diinput dan datanya dikirim ke Kementerian Sosial," tambah dia.

Salah seorang warga yang mengundurkan diri, Murdiyati (54) mengungkapkan, ekonomi keluarganya dalam beberapa tahun terakhir sudah membaik.

Anaknya sudah bekerja dan sekarang bisa memperbaiki rumahnya yang dulu tidak layak.

"Saya sudah ngomong kalau mundur mendapat bantuan BPNT dan bisa dialihkan ke warga yang lebih membutuhkan, stiker juga akan saya copot," ungkap Murdiyati.

https://regional.kompas.com/read/2020/05/13/20454721/rumah-ditempeli-stiker-demi-allah-kami-warga-miskin-penerima-pkh-mundur

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Regional
Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.