NEWS
Salin Artikel

Fatwa Ulama Pilkada Jatim Disebut Ujaran Kebencian, Jampi PMII Lapor Polisi

Jaringan Alumni Muda Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Jampi PMII) Jatim menyebut fatwa tersebut sebagai ujaran kebencian, dan meleporkannya ke Mapolda Jatim, Rabu (13/6/2018).

"Pernyataan jika umat Islam memilih Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno dalam Pilkada Jatim 2018, maka sama saja berkhianat kepada Allah SWT dan Rasulnya, ini sama dengan ujaran kebencian," kata Ketua Jampi PMII Jatim, Abdul Hamid.

Dia melaporkan hal tersebut dengan barang bukti berupa foto, rekaman pembacaan fatwa dan juga surat fatwa yang dibacakan sekelompok ulama pendukung Khofifah-Emil di Pilkada Jatim 3 Mei lalu di Mojokerto, Jawa Timur.

Salah satu pimpinan ulama dalam forum tersebut, kata Hamid, bahkan terang-terangan menjelekkan pasangan lain.

"Ini pembunuhan karakter yang dilarang di undang-undang pemilu juga," jelasnya.

Ia menyebut keluarnya fatwa itu sebagai kemunduran demokrasi. Dalam sistem keterbukaan, masyarakat memiliki hak kebebasan untuk memilih siapapun di pesta demokrasi seperti Pilkada Jatim.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, dikonfirmasi, mengatakan, Polda Jatim akan memproses semua laporan masyarakat.

"Kita tunggu saja, semua ada prosesnya," terang Barung.

Polemik fatwa ulama muncul beberapa saat menjelang pencoblosan Pilkada Jatim pada 27 Juni mendatang.

Spanduk-spanduk fatwa sebelumnya juga beredar di wilayah Surabaya dan Sidoarjo, namun sudah ditertibkan oleh Panwaslu.

Salah satu ulama pendukung Cagub Khofifah Indar Parawansah, KH Hisyam Syafaat, yang dikonfirmasi, menyebut polemik pro dan kontra soal fatwa fardhu ain sudah lumrah dan sudah bisa diprediksi sejak awal.

Namun bagi para ulama pendukung Khofifah, kata dia, fatwa tersebut merupakan keyakinan berdasarkan keilmuan agama yang dimiliki.

"Bagi kami fatwa itu adalah keyakinan kami dengan patokan ilmu agama yang ada," jelas pengasuh Ponpes Darussalam Banyuwangi itu.

Renville Antonio, sekretaris tim pemenangan Khofifah-Emil yang dikonfirmasi menegaskan bahwa masalah fatwa fardhu ain bukanlah ranah urusannya.

"Itu bukan urusan kami, kecuali jika pasangan calon yang dilaporkan," katanya.

Dia juga membantah bahwa fatwa fardhu ain adalah salah satu strategi tim pemenangan Khofifah-Emil.

Strategi timnya secara umum adalah pasangan calon harus semaksimal mungkin menyapa warga dan menjelaskan program pembangunan yang diusung.

"Begitu juga relawan pendukung. Mereka harus menyebar alat peraga kampanye dan atribut secara merata ke masyarakat dari pintu ke pintu," tegasnya.

https://regional.kompas.com/read/2018/06/13/23545721/fatwa-ulama-pilkada-jatim-disebut-ujaran-kebencian-jampi-pmii-lapor-polisi

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Regional
Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Regional
Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Regional
JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

Regional
Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.